HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Perang Narkoba di Filipina Tewaskan 7.000 Orang Selama Dua Tahun

0 1

HARIANACEH.co.id, DAVAO – Perang melawan narkoba di Filipina yang dikobarkan Presiden Rodrigo Duterte telah memasuki tahun kedua dan sudah menewaskan sekitar 7.000 orang. Namun, Duterte merasa belum memenangkan perang tersebut.

Dia mengakui bahwa pemerintahannya belum bisa mengendalikan narkoba. Dia beralasan peralatan kurang dan medan sulit.

Pengakuan itu disampaikan saat berbicara dengan staf medis di Davao City, sebagaimana dilaporkan CNN Philippines, semalam (12/8/2017).

Dia mengabaikan fakta bahwa masalah narkoba belum hilang di Filipina dengan berdalih bahwa negara lain juga gagal melakukannya.

”Orang lain tidak bisa melakukannya. Bagaimana kita bisa? Narkoba, kita tidak bisa mengendalikannya,” kata Duterte.

Orang nomor satu di Filipina itu telah bersumpah mengalahkan para bandar narkoba setelah dilantik sebagai presiden. Dia berambisi mencegah negaranya menjadi “negara narkoba”.

Presiden yang dijuluki “The Punisher” atau “Penghukum” ini mengeluhkan kondisi medan Filipina yang memiliki garis pantai yang panjang sebagai tantangan berat dalam perang melawan narkoba.

Menurutnya, sulit melindungi pantai Filipina dan pulau-pulau yang berdekatan, dari perdagangan obat terlarang.

”Kami tidak memiliki peralatan. Dan Anda sebuah garis pantai,” katanya.

Sebelumnya, dia mengakui bahwa masalah narkoba tak bisa mudah diselesaikan oleh satu orang meski itu presiden sekalipun. ”Dengar, obat-obatan terlarang dan lain-lain tidak dapat dipecahkan oleh satu orang untuk satu presiden untuk satu masa jabatan,” katanya pada sebuah forum bisnis.

Dia kemudian membandingkan situasinya dengan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) yang menurutnya lebih buruk lagi.

Sumber:

CNN Philippines

loading...