Mike Pompeo Klaim Orang Iran, Hizbullah dan Rusia Terlibat Krisis Politik di Venezuela

1 min


93
21 shares, 93 poin
Direktur CIA Amerika Serikat, Mike Pompeo. (REUTERS/Eric Thayer)
Direktur CIA Amerika Serikat, Mike Pompeo. (REUTERS/Eric Thayer)

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON — Direktur CIA Mike Pompeo mengklaim bahwa orang-orang Iran, Hizbullah, Rusia dan Kuba terlibat dalam krisis politik di Venezuela. Kondisi itu dia anggap berisiko bagi Amerika Serikat (AS) jika melakukan intervensi militer di negara tersebut.

Klaim bos intelijen AS itu sebagai respons atas ancaman Presiden Donald Trump yang membuka opsi militer untuk rezim Presiden Nicolas Maduro di Venezuela.

Meski Trump membuat ancaman opsi militer terhadap Caracas, Pentagon mengaku belum mendapat arahan untuk opsi militer itu.

Pompeo mengatakan, komentar Trump itu sebenarnya upaya untuk memberi harapan dan kesempatan kepada rakyat Venezuela untuk menciptakan situasi di mana demokrasi dapat dipulihkan.

“Kemerosotan terus-menerus di Venezuela ketika (Presiden Nicolas) Maduro terus menegaskan kekuatan, menimbulkan lebih banyak rasa sakit pada rakyat Venezuela, Anda dapat melihat awal celah di antara berbagai kelompok,” kata Pompeo kepada Fox News.

Advertisements

”Intelijen membuat sangat jelas bahwa rezim Maduro terus menempatkan penembak jitu di menara,” ujar Pompeo sambil tertawa, yang dilansir Senin (14/8/2017). ”Dan melakukan hal-hal yang mengerikan, represif dan kebijakan Amerika adalah bekerja sama dengan mitra Amerika Latin untuk mencoba dan memulihkan demokrasi.”

Pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap 13 pejabat senior Venezuela dan mengancam melumpuhkan ekonomi negara itu karena Caracas membentuk Majelis Konstituante melalui pemilu yang dimenangkan kubu Maduro. Majelis itu dinilai sebagai jalan untuk membuat Maduro menjadi diktator.

Ditanya mengapa Venezuela akan menjadi masalah bagi AS, Pompeo menjawab; ”Venezuela bisa jadi sangat berisiko bagi AS. Orang-orang Kuba ada di sana; orang-orang Rusia ada di sana, orang-orang Iran, Hizbullah ada di sana. Ini adalah sesuatu yang berisiko masuk ke tempat yang sangat buruk, jadi Amerika perlu menganggapnya sangat serius.”

Pada Forum Keamanan Aspen bulan Juli, Pompeo menyarankan agar CIA bekerja untuk melakukan pergantian rezim di Venezuela.

Advertisements

”Amerika memiliki ketertarikan dalam (perubahan rezim di Venezuela), memastikan hal itu stabil, semaksimal mungkin. Jadi, kami bekerja keras untuk melakukan itu, saya selalu berhati-hati saat membicarakan Amerika Selatan dan Amerika Tengah dan CIA, ada banyak cerita,” kata Pompeo yang disambut tawa penonton.

”Kami sangat berharap bisa ada transisi di Venezuela dan CIA melakukan yang terbaik untuk memahami dinamika di sana, sehingga kami bisa berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri kami dan yang lainnya,” imbuh Pompeo.

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

93
21 shares, 93 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
2
Suka
Takjub Takjub
26
Takjub
Kaget Kaget
24
Kaget
Takut Takut
21
Takut
Lucu Lucu
18
Lucu
Sedih Sedih
13
Sedih
Marah Marah
10
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns