Senator ini Sebut, Teungku Abal-Abal Merusakkan Kharismatik Ulama Lain

1 min


0
148 shares

HARIANACEH.co.id, Blangpidie — Anggota DPD RI, Sudirman, mendesak pihak Kementerian Agama (Kemenang) agar memperketat persyaratan mendirikan pondok Pesantren (Ponpes) di Tanah Air, sehingga, kedepan tidak melahirkan teungku (ustad) abal-abal yang dapat merusakkan kharismatik ulama lain.
“Pola rekrut dan sertifikasi guru yang ingin mendirikan pesantren yang harus di perketat, jangan sampai Teungku (ustad) abal-abal yang dapat menghancurkan kharismatik ulama lain,”katanya kepada wartawan melalui sambungan telephon dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Minggu (10/9/2017).
Senator asal Aceh yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Uma menyampaikan pernyataan tersebut terkait terjadinya peristiwa tindakan asusila yang disinyalir dilakukan oleh oknum pimpinan Ponpes terhadap santriwati di Aceh Utara baru-baru ini.
“Saya sangat menyesali hal itu terjadi, karena secara turun temurun Dayah Salafi di Kabupaten Aceh Utara sangat terjaga kemurnianya. Namun, yang terjadi hari ini begitu mengagetkan masyarakat di semua daerah,”ujarnya
Ia berkata, tindakan asusila yang disinyalir dilakukan di Ponpes Salafi terhadap santriwati itu kuat dugaan akibat modernisasi yang telah mempengaruhi pola pikir oknum guru pengajian, sehinga mereka rentan latah bersifat konstuktif ala modern.
Kedepan, lanjut dia, persolan itu menjadi pemikiran dan kebijakan semua pihak, karena mengingat Ponpes yang ada di seluruh Tanah Air adalah tempatnya anak-anak santri menuntut ilmu agama dengan cara mondok ataupun Boarding School yang perlu ada regulasi khusus pengecualian.
Regulasi khusus pengecualian yang di maksut Sudirman adalah sistim belajar mengajar. Santriwati wanita harus memiliki Ponpes tersendiri dan diasuh langsung serta diajarkan oleh ustad perempuan yang terpisah dari santri kaum laki-laki.
“Santri wanita harus diajarkan oleh dewan guru dari kaum hawa dan memiliki pondok pesantren tersendiri. Begitu juga sebaliknya, santri laki-laki dewan gurunya khusus kaum pria. Tidak boleh bercampur-campur,”katanya
Selain dari itu, kata dia, pihak Kemenang juga harus memperketat persyaratan mendirikan Ponpes di Tanah Air. Supaya ke depan kharismatik ulama tetap terjaga sepanjang masa karena tidak ada lagi ustad abal-abal sebagai tenaga pengajar.
Terkait persoalan di Ponpes Salafi Aceh Utara. Senator ini berharap kepada seluruh masyarakat Aceh khususnya dan umumnya umat muslim di Tanah Air untuk tenang dan jangan terusik dengan kejadian oleh oknum di Ponpes tersebut.
Supaya, nilai keagamaan dan kekhususan provinsi Aceh yang berada di ujung pulau Sumatera itu masih tetap terjaga sepanjang masa. Katanya menambahkan.
Kemudian, peristiwa yang terjadi di Ponpes Salafi Aceh Utara itu merupakan sebuah noda menimpa pengajian, dan diharapkan untuk tidak menjadi tolak ukur lembaga pengajian lainnya.
Masyarakat di Provinsi Aceh tetap harus bersikap dewasa dan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki hingga tuntas.
“Mudah-mudahan, persoalan yang terjadi di pesantren Aceh Utara itu menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya masyarakat Aceh dan umumnya umat muslim di Indonesia,”demikian Sudirman.[]


Komentar

Apa Reaksi Anda?

Takut Takut
1
Takut
Kaget Kaget
9
Kaget
Suka Suka
3
Suka
Sedih Sedih
8
Sedih
Lucu Lucu
9
Lucu
Takjub Takjub
6
Takjub
Marah Marah
2
Marah
close-link
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes