HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bupati Akmal Ibrahim: Saya Masih Seperti Yang Dulu

0 3

HARIANACEH.co.id, Blangpidie — Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, menyatakan bahwa dirinya masih seperti dulu ketika menjadi kepala daerah periode tahun 2007-2012 lalu, masih bisa senyum dan masih bisa marah.

“Semangat saya masih seperti dulu, masih bisa senyum masih bisa marah. Bisa saya elus bisa saya tendeng,”katanya di sela-sela acara musyawarah turun kesawah tingkat Kabupaten di Blangpidie, Selasa (12/9/2017).

Hadir dalam musyawarah tersebut, Staf Ahli Kementerian Pertanian, Mukti Sardjono, Kadis Pertanian Aceh, Hasanuddin Darjo, Dandim 0110/Abdya Lekol Inf Puji Hartono, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, Anggota DPRK, kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa, Keujruen Blang dan ratusan petani.

Bupati Akmal juga mengatakan, Keujruen Blang (lembaga adat sawah di Aceh) adalah orang yang sangat penting dimata pemerintah daerah, karena mereka mampu mensukseskan program tanam padi serentak dilahan persawahan.

“Dulu, Keujruen ini adalah orang sangat penting di Abdya. Saya bikin peraturan, kalau Keujruen itu membutuhkan kepala daerah,walaupun dia tidak pakai sandal dalam keadaan berlumpur diperbolehkan masuk kantor bupati. Ajudan saya perintahkan tidak boleh tahan,” katanya.

Akmal mengatakan, periode 2007-2012 lalu, para keuruen blang diberikan fasilitas serta kemudahan, sehingga program tanam padi secara serentak yang di canangkan oleh Pemerintah daerah setiap tahun berjalan dengan lancar.

“Dulu, saya berikan mereka (keujruen blang) fasilitas, saya berikan mereka kemudahan, dulu mereka hebat. Jadi, kedepan ini harus lebih hebat lagi,” katanya.

Apalagi sekarang saya sudah menjadi Bupati Abdya yang baru dilantik sekitar 28 hari lalu, tetapi semangat saya masih seperti dulu, masih bisa senyum masih bisa marah. Bisa saya elus bisa saya tendeng. Katanya menambahkan.

Bupati meminta kepada seluruh Keujruen Blang yang telah dipecat dari jabatan oleh pemerintah periode lalu untuk kembali menemui dirinya selaku kepala daerah baru ataupun bertemu dengan kepala Dinas Pertanian dan Pangan.

Sebab, lanjutnya tanpa keterlibatan keujruen Blang, Bupati dan Camat tidak sangup mengurus lahan persawahan petani pada saat musim tanam padi tiba.

“Jadi, hasil produktifitas padi, budaya dan tradisi pertanian di Abdya, kedisiplinan kita, semangat petani kembalilah. Musim gotong royong turun sawah ada bendera yang kita naikkan sebagai kode musim turun sawah sudah tiba,” demikian Akmal Ibrahim.

loading...