HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Komunitas Zero Waste Aceh: Sampah Plastik Kemasan Dominasi International Food Fest

0 2

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Anggota Komunitas Zero Waste Aceh (ZWA) mengumpulkan sampah sebanyak  391,56 Kg selama tiga hari acara International Food Fest yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah Darussalam sejak tanggal 12-14 September 2017. Diperkirakan 80 persen dari sampah tersebut adalah sampah plastik yang umumnya merupakan kemasan makanan dan minuman.  Hasil ini membuktikan bahwa ancaman limbah plastik sudah sangat di depan mata dan harus segera ditangani.

Salah satu inisiator Komunitas ZWA, Rama Herawati MP mengatakan semua kemasan makanan dan minuman yang disediakan oleh penjual makanan terbuat dari plastik. “Residunya (sampah yang tidak bisa di daur ulang-red) plastik kemasan semua. Tak ada yang memakai daun, pepes pun dipakai kemasan plastik,”ujar Rama. Hal ini menunjukan perilaku konsumen dan penjual yang berubah dan menyebabkan pekerjaan pengelolaan sampah semakin berat.

Rama juga merinci sampah total yang dihasilkan selama kegiatan ini berjumlah 391,56 kg, dimana 23,5 kg diantaranya adalah sampah yang dapat didaur ulang atau yang dapat dijual kepada pemulung. “Tidak mungkin mengumpulkan semua sampah karena banyak pengunjung masih membuang sampah sembarangan dimana saja. Padahal kita sudah menyediakan tempat sampah yang menurut kita cukup dan bisa dijangkau pengunjung,”ujar Rama.

Selain itu, walaupun membuang sampah dalam tong sampah, sampah masi bercampur aduk antara sampah organik, anorganik dan residu sehingga butuh waktu lama untuk memisahkan jenis-jenis sampah tersebut akhirnya banyak yang tak sanggup lagi komunitas ZWA pisahkan.

Zero Waste sendiri bermakna menghasilkan sampah seminimal mungkin yang akhirnya dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Timbulan sampah harus dihindarkan dengan cara memilah-milah material yang masih bisa digunakan kembali, atau didaur ulang atau penggunaannya dikurangi sehingga tidak menghasilkan sampah.

Jalan untuk menuju kondisi bebas sampah memang masih panjang. Masyarakat masih perlu diedukasi dan diberi penyadaran tentang pentingnya mengelola sampah. “Even yang melibatkan pengelolaan sampah didalamnya masih sangat kurang. Bisa dibilang ini termasuk yang pertama kali dilakukan setelah sebelumnya kami terlibat di Police Expo beberapa bulan lalu. Jadi masih ada masyarakat yang terkejut dan menyambut gembira. Walaupun ada juga yang marah karena kebiasaannya membuang sampah sembarangan kami hambat,”kata Rama.

ZWA tidak bekerja sendiri saja melainkan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh serta panitia dalam melaksanakan “pengawalan” sampah ini. Relawan yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 15 orang. Sampah yang kami pisahkan, yang residu diambil oleh petugas kebersihan DLHK3, sedangkan sampah plastik kemasan dapat dijual kembali dan dananya masuk ke dalam kas komunitas. Kegiatan yang dilakukan ZWA ini bersifat sukarela artinya tidak memungut biaya dari panitia, tidak meminta dana dan semua keperluan diadakan secara swadaya.[REL]

loading...