HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hindarilah Hal ini Saat Hadiri Resepsi Pernikahan

0 4

HARIANACEH.co.id — Menghadiri undangan merupakan satu di antara hak muslim atas muslim lainnya. Maka selama tidak ada alasan syar’i, sebisa mungkin kita berusaha memenuhi undangan tersebut, termasuk undangan pernikahan.

Namun ternyata ada beberapa hal yang berpeluang membuat dosa saat menghadiri resepsi pernikahan.

1. Pamer pakaian dan perhiasan.

Pernikahan adalah peristiwa istimewa. Semua orang yang terlibat di momen tersebut juga ingin tampil istimewa, termasuk tamu. Mengenakan pakaian yang lebih bagus dari hari biasa tidak masalah selama tidak berlebihan.

Namun kecendrungan yang ada, banyak orang khususnya kaum perempuan seolah berlomba-lomba menampilkan pakaian terbagus dihiasi perhiasan termahal. Cincin, gelang, kalur berjuntai hingga timbul rasa pamer.

Larangan pamer terhadap kekayaan telah jelas dalam Al-Qur’an, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (QS. At-Takatsur : 1)

2. Mengeluh pada Suami.

Sebaliknya karena merasa tidak punya pakaian atau perhiasan yang sebanding dengan tamu lainnya, ada kemungkinan para istri mengeluh minta dibelikan juga. Hal ini tentu saja akibat godaan syetan agar turut bermegah-megahan. Sehingga berkurang rasa kesyukuran atas apa yang telah dimiliki.

3. Mubazir dalam mengambil hidangan.

Sebagai bentuk rasa terimakasih atas kehadiran tamu, tuan rumah biasanya menyediakan hidangan yang enak dan beragam.

Nafsu ingin melahap semua makanan biasanya mendorong seseorang mengambil hidangan dengan porsi banyak. Akibatnya piring-piring berserakan dengan makanan yang masih tersisa.

ungguh, bukankah mubazir itu perbuatan syetan. Alangkah baiknya jika ambil makanan sesuai kemampuan menghabiskannya.

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raf : 31)

4. Bergosip ketika bertemu teman-teman.

Menghadiri resepsi pernikahan juga sering dijadikan ajang reunian dengan teman-teman. Nah saat ngobrol dan saling bertanya kabar, peluang menceritakan orang lain sangat besar.

“Eh si Anu belum nikah-nikah juga ya? Padahal kan sudah lama pacaran?”

“Si Anu kayaknya anaknya nambah lagi. Apa gak capek hamil terus?” Dan seterusnya.

Mungkin hal-hal tersebut tanpa disadari sering dilakukan. Maka mulai sekarang mulai dijauhi agar kehadiran kita di resepsi pernikahan menjadi nilai ibadah.

 

Sumber: ummi-online.com

loading...