Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Kejari Abdya Mulai Usut Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Desa

“Ini memang tugas kita, jika pengunaan dana desa ada indikasi menyimpang tidak sesuai peruntukannya dan merugikan negara, kita akan tindak. Sebab, kita tidak ingin dana yang disalurkan pemerintah disalah gunakan. Jadi, bila pengunaannya tidak tepat, dan terbukti merugikan negara, kita akan seret pelakunya ke pengadilan,”
HARIANACEH.co.id,Blangpidie – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai mengusut dugaan penyimpangan dana desa yang telah menjadi perbincangan masyarakat diwilayah hukumnya, sehingga, sejumlah kepala desa di daerah itu terancam diseret ke pengadilan bila pengunaannya berpotensi merugikan negara.
Kepala Kejaksaan Negeri Abdya, Abdur Kadir melalui Kasi Intel, Dasril A Yusdar di Blangpidie, Sabtu, mengatakan, semua persoalan dana desa yang sudah menjadi kosumsi masyarakat di sejumlah kecamatan dalam kabupaten Abdya, baik yang dilaporkan ataupun tidak, akan di gross cek kebenarannya.
“Ini memang tugas kita, jika pengunaan dana desa ada indikasi menyimpang, tidak sesuai peruntukannya dan merugikan negara kita akan tindak. Sebab, kita tidak ingin dana yang disalurkan pemerintah disalah gunakan. Jadi, bila pengunaannya tidak tepat, dan terbukti merugikan negara, kita akan seret perkara itu ke pengadilan,”tegasnya
Pihak Kejaksaan menyampaikan pernyataan tersebut terkait maraknya informasi dan isu yang belakangan ini berkembang di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Abdya terkait dugaan penyimpangan dana desa, baik yang dilaporkan secara langsung oleh warga pada Kejaksaan maupun pemberitaan yang dipublikasikan media massa.
“Saat ini tim kejaksaan sedang bekerja untuk cros cek kebenaran informasi dugaan penyimpangan dana desa yang berkembang itu. Baik yang dilaporkan langsung ke kita, maupun informasi yang kita peroleh dari media massa. Jadi, kita profesional, kalau ada bukti langsung kita tindak lanjut,”ungkap  Dasril.
Dasril mengaku saat ini pihaknya belum bisa bertindak terhadap dugaan penyimpangan sebagaimana informasi dari sejumlah media massa tersebut, sebab, tim Kejaksaan Abdya belum mengantongi bukti yang akurat terkait penyalahgunaan dana desa itu.
“Jadi, semua pihak saya minta untuk sementara ini bersabar dulu sambil menunggu tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah, (TP4D) Kejaksaan Abdya bekerja mengumpulkan bukti yang akurat dilapangan,”harapnya
Ia juga mengaku tidak ingin dana desa sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan oleh Pemerintah pusat dan anggaran yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten melalui sumber APBK untuk pembangunan desa pengunaannya di selewengkan oleh pemerintah desa.
“Jadi, isu dugaan penyimpangan dana desa Gelanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee dan informasi dugaan kerugian negara di Desa Masjid Kecamatan Tangan-Tangan dan desa lainnya itu kita cek dulu kebenarannya. Kalau nanti terbukti kita tindak sesuai hukum yang berlaku,”tegasnya
Kepala Desa Gelanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Iskandar kepada wartawan mengaku, dana desa yang disalurkan oleh pemerintah untuk desanya telah dipinjamkan oleh bendahara desa sebanyak Rp. 85 juta hingga kini belum ada tanda-tanda untuk dikembalikan pada desa.
“Tahun 2015 lalu bendahara desa pinjam dana desa sebesar Rp. 50 juta. Kemudian pada tahun 2017 dipinjam lagi sebanyak Rp. 35 juta. Jadi, total dana desa Gelanggang Gajah yang dipinjamnya sudah mencapai Rp. 85 juta. Ada kwitansinya pada saya, dan hingga kini belum dikembalikan,” ungkapnya
Kades Iskandar menyampaikan pernyataan tersebut setelah 12 orang aparatur desanya beberapa hari lalu menyurati bupati Abdya dan aparat hukum untuk menurunkan tim audit dana desa, karena, pengunaan dana desa Gelanggang Gajah, disinyalir selama ini menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya