Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Pemkab Bogor Bongkar Kembali Kios PKL di Sepanjang Jalur Puncak

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan melanjutkan pembongkaran lapak dan bangunan semi permanen tahap II yang biasa digunakan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalur Puncak pada November 2017.
“Penataan PKL tahap kedua, belum bisa dilanjutkan sebagaimana rencana awal (18 September), dikarenakan saat ini kita sedang dalam proses penyiapan lokasi untuk menampung eks PKL yang berada sepanjang jalur pertigaan Taman Safari Indonesia (TSI) sampai batas Cianjur, insya Allah November kita mulai lagi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar, di Bogor, Rabu (27/9/2017).
Pertimbangannya, lanjut Adang, agar pembongkar itu tidak merugikan pedagang dan sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2012 yaitu bukan hanya menertibkan tapi menata dan memberdayakan PKL menuju UKM.
“Terkait pekerjaan pelebaran jalan saat ini sudah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, di lokasi tahap awal penertiban PKL yakni mulai dari simpang Gadog hingga Simpang TSI,” jelasnya.
Menurutnya dengan pelebaran jalan ini, tentunya berdampak positif bagi seluruh staleholder. Di antaranya manfaat jangka panjang dari penataan PKL dan pelebaran jalan ini dipastikan bakal mengembalikan Puncak sebagai tujuan wisata yang ramah lingkungan, kemudian kemacetan dapat ditekan, khususnya di sejumlah simpul kemacetan yang selama ini terjadi akibat banyaknya pengendara yang berhenti di tepi jalan kios PKL.
“Tak hanya itu, kita yakin, dengan pelebaran jalan ini, juga dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang kerap menimbulkan korban jiwa, baik dari pengendara maupun pejalan kaki dan pedagang itu sendiri. Sehingga jika pengendara taat lalu lintas, saya yakin angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Sebelumnya tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, TNI dan Polres Bogor 5 September lalu telah melakukan penertiban 539 lapak dan bangunan semi permanen di jalur Puncak mulai dari simpang Gadog hingga simpang TSI.
“Saat ini mereka (eks PKL) sedang dalam proses penempatan di lokasi baru (relokasi) penampungan di rest area TWM dengan jumlah 170 kios dan the Ranch 20 kios,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Dace Supriyadi menjelaskan, alasan ditundanya penertiban tahap II masih banyak pemilik lahan yang akan dijadikan relokasi PKL belum rampung pembebasan tanahnya.
“Jadi kita ingin tahap kedua ini betul-betul siap, khususnya berkaitan dengan tempat relokasi PKL. Makanya secara administratif harus segera diselesaikan dengan pemilik tanah,” kata Dace.
Dace mengatakan, proses penetapan lahan relokasi hingga kini masih dalam tahap pelengkapan dokumen perizinan dan melakukan survei di beberapa tujuan relokasi PKL. Pihaknya mengakui proses yang dijalani hingga tempat relokasi PKL itu membutuhkan waktu lama.
“Faktor itulah yang membuat pelaksanaan pembongkaran dimundurkan. Karena tidak akan keburu, mungkin ditangguhkan (jadwalnya),” ujarnya. (Baca: PKL Jalur Puncak Pasrah Lapaknya Dibongkar Petugas)
Untuk lahan relokasi, Dace memaparkan, ada beberapa lahan relokasi yang sempat disurvei pemerintah daerah antara lain lahan milik PTPN VIII Gunung Mas Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. “Tapi kita saat ini fokus pada lahan milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan di Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua seluas empat hektar,” katanya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya