HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

TAMBANG ILEGAL

Kritis, Hutan Lindung di Pidie Rusak; Irwandi Yusuf: Tunggu Saja Saya Libas

0 128.542

HARIANACEH.co.id, SIGLI — Hutan Aceh kian hancur, belum redanya pengrusakan hutan di Aceh Selatan, kini berlanjut hancurnya hutan lindung di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh akibat aktivitas tambang emas ilegal.

Sebelumnya, kehancuran hutan Aceh direspon keras oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang mengatakan bahwa Ia akan melibas siapa saja yang terlibat dalam pengrusakan hutan.

Pernyataan “Sang Pilot Hanakaru Hokagata” tersebut diutarakan pada saat mendampingi kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki di Museum Tsunami Aceh, Jumat (13/10/2017) bulan lalu.

Kau tunggu aja aku main, kalau ada waktu senggang aku libas. Pertanyaannya sekarang tidak ada waktu senggang, jadi hal seperti itu terlewatkan, namun saya akan segera kroscek.

Irwandi Yusuf Gubernur Aceh

Irwandi Yusuf: Siapapun yang berani merambah Hutan akan berurusan dengan saya

Seperti diberitakan di laman Kompas, Kamis (4/11/2017), Puluhan hektar hutan lindung di Kecamatan Gempang beserta daerah aliran sungainya dalam kondisi kritis. Aktivitas tambang emas ilegal yang secara masif ini menjadi pemicu utama dari kehancuran hutan di Gempang. Juga di kawasan itu ditemukan kerusakan hutan dari tepi jalan Geumpang sampai ke Tutut, Aceh Barat.

Tambang ilegal yang lokasinya tersebar di beberapa titik, dapat ditempuh dengan hanya berjalan kaki, sedangkan lokasi terjauh butuh waktu satu hari perjalanan. Diperkirakan terdapat puluhan titik tambang ilegal di sana.

Laman berita Kompas juga menjelaskan bahwa kondisi hutan lindung terlihat rusak parah serta porak poranda. Banyak lubang-lubang bekas galian tambang tersebar di area itu yang besaran lubangnya mencapai 3 meter x 5 meter dengan kedalaman 2 meter hingga 3 meter. Batang kayu gelondongan bertumbangan. Gundukan tanah dan batu sisa penggalian juga bertebaran.

Aliran sungai juga rusak akibat penggalian serampangan itu. Tanah galian dan kayu menutup aliran sungai, mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan strukturnya berubah total.

Kondisi sungai di daerah Geumpang, Pidie, Aceh, akibat pertambangan emas ilegal. FOTO: Boyhaqie
Kondisi sungai di daerah Geumpang, Pidie, Aceh, akibat pertambangan emas ilegal. FOTO: AJNN.net/Boyhaqie

Untuk melakukan penambangan ilegal tersebut, pelaku menggunakan alat berat untuk membuka jalan menuju area tambang dengan membabat habis hutan.

Wakil Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Aceh Ajun Komisaris Besar Ridwan Usman di lokasi bekas tambang mengatakan, penutupan lokasi tambang itu mendesak dilakukan. Sebelum kondisi kawasan hutan bertambah parah.

Ada tiga unit alat berat yang ditemukan petugas di area tambang dan menahan enam orang yang diduga pekerja di tambang ilegal. Namun, saat petugas melakukan operasi, di lokasi tambang tidak ada aktivitas pertambangan. Kuat dugaan, rencana operasi tersebut sudah diketahui pemilik alat berat dan para pekerja.

Sungai di Geumpang yang rusak akibat pertambangan emas ilegal. FOTO: Dok Walhi ACEH
Sungai di Geumpang yang rusak akibat pertambangan emas ilegal. FOTO: Dok Walhi ACEH

Fajri, Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah I mengatakan, bahwa Hutan lindung di Geumpang saat ini berstatus kritis. Kerusakan bukan hanya karena kehilangan tegakan pohon, melainkan juga terjadi pada struktur tanah.

“Butuh waktu lama dan kerja keras untuk merehab kawasan yang rusak,” jelas Fajri.

Lanjutnya lagi, pihaknya sulit menghentikan aktivitas tambang ilegal dalam kawasan. Sebab, melibatkan pemodal dan oknum tertentu.

Berkaitan itu juga, Irwandi Yusuf pernah berujar, siapapun yang berani melakukan perambahan dan pengrusakan hutan akan berurusan dengannya.

“Yang berani merambah dan merusak hutan, akan berurusan dengan saya dan akan saya libas,” tegas Gubernur Aceh yang peduli lingkungan itu.[]

Sumber:

berbagai sumber

loading...