HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Suara Pembaca

Warung Kopi dalam Perspektif Masyarakat Aceh

0 131

Oleh: Masykur Syahputra[1]

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Berbicara mengenai warung kopi tentu tidak asing lagi di telinga masyarakat, masyarakat Aceh khususnya. Sampai saat ini sejauh mana peran warung kopi dalam kehidupan masyarakat Aceh?.

Warung Kopi menjelma menjadi sebuah tempat yang wajib dikunjungi oleh masyarakat Aceh setiap harinya, oleh karena itu kita bisa melihat akan maraknya warung kopi di Aceh, terkhusus di wilayah perkotaan yang notabenya warung kopi plus free wifi.

Tidak heran juga kenapa ruko-ruko atau toko-toko di Aceh banyak yang dijadikan sebagai warung kopi, hal tersebut dikarenakan warung kopi adalah tempat yang paling diminati oleh masyarakat Aceh sendiri, baik dari kalangan pekerja Kantoran, Guru, Pelajar, Mahasiswa, Petani, bahkan pengangguran sekalipun dan dari semua kalangan masyarakat umumnya. Bahkan ada pula jenaka masyarakat Aceh “Warung Kopi adalah tempat untuk ‘Poh Cakra / Cet Langet’ dikarenakan disitu kita memulai disitu juga kita mendapat hasil, disitu kita menanam dan disitu pula kita akan menuai“ atau dalam istilah ke Acehannya (“Pula Pingkui“).

Dengan maraknya warkop – warkop plus free wifi di Aceh maka tidak heran pula masyarakat lebih betah nongkrong di warkop karena dapat memudahkan mengakses sesuatu atau informasi via Mas Google. Dan salah satu alasan lain kenapa masyarakat aceh betah berlama – lama di warkop adalah faktor kenyamanan dan kepuasan, bahkan kita juga melihat pemilik-pemilik warkop mendesign tokonya seunik dan senyaman mungkin supaya para pengunjung atau tamu-tamu merasa nyaman ketika menikmati secangkir kopi atau minuman lainnya.

Baca Juga

Tidak heran pula, masyarakat kerap kali meremehkan hal – hal kecil seperti membaca. Membaca kerap dipandang sebelah mata, bahkan juga membaca adalah hal yang sangat asing bagi masyarakat umum. Sebagai contoh kita dapat melihat perpustakaan terdekat baik itu perpustakaan wilayah, daerah, sekolah, dan lain sebagainya sangat sepi akan pengunjung. Sedangkan kita sama – sama mengetahui bahwa membaca itu sangat penting untuk ilmu pengetahuan, seperti pepatah pernah mengatakan bahwa “Membaca adalah Jendela Dunia” dikarenakan dengan sebab membaca kita dapat memandang dunia dengan arah yang lebih luas dan terang.

Saat ini kesadaran akan membaca masyarakat Indonesia terkhusus di Aceh sangatlah kurang, hal ini bisa ditinjau dari segi pengunjung perpustakaan seperti yang telah dibahas, bhakan jika dibuat pebandingan antara jumlah pengunjung perpustakaan dengan pengunjung warung kopi setiap harinya, hasilnya sangat signifikan. Mungkin hal tersebut dikarenakan beberapa faktor kenyamanan dan fasilitas antara warung kopi dengan perpustakaan yang sangat berbeda.

Disaat maraknya warung kopi separti saat sekarang mungkin dibutuhkan peran dari pemerintah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membaca. Misalnya memfasilitasi atau membangun perpustakaan dengan infrastruktur yang mewah, nyaman, serta menarik agar pengunjung betah berlama – lama di perpustakaan, Mungkin juga menyediakan café – café kecil diperpustakaan karena membaca sambil menikmati kopi nikmatnya luar biasa. Ataupun pemerintah dapat memfasilitasi warung kopi dengan perpustakaan misalnya mendirikan sebuah ruangan atau rak buku khusus untuk simpan pinjam serta mengganti atau menambah buku – buku terbaru agar pengunjung tertarik untuk membaca halaman demi halaman buku yang telah disediakan.

Dengan adanya fasilitas tersebut kita doakan semoga masyarakat Aceh gemar dan terobsesi untuk membaca sehingga tingkat kebodohan ataupun kemiskinan di aceh hilang, dan muncullah masyarakat yang sejahtera dan kaya akan ilmu pengetahuan  seperti masyarakat –masyarakat di Negara – Negara maju umumnya. Amin.[]


CATATAN KAKI:
  1. Penulis adalah kontributor di Harian Aceh Indonesia
loading...