Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Menulis di Sosmed Dapat Bantu Kurangi Emosi Negatif

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Ketika menghadapi hari yang buruk terkadang kita perlu mengeluarkan energi negatif yang menumpuk tersebut. Menulis di media sosial bisa menjadi salah satu cara yang ampuh.

Sebuah studi menemukan bahwa menulis pendek di media sosial, seperti Twitter atau Facebook dapat membantu mengeluarkan emosi negatif dan mengembalikan kesehatan mental Anda.

Advertisement

Advertisement

“Ketika seseorang merasa sedang berada dalam kondisi yang buruk, ia perlu menjangkau orang lain karena dapat membantu mengurangi emosi negatif dan mengembalikan ketenangan,” ujar Eva Buechel, profesor di University of South Carolina, Amerika Serikat.

Ia menambahkan berbicara secara langsung atau melalui telepon juga bisa membuat merasa lebih baik, namun pertimbangannya tak bisa dilakukan karena takut merasa mengganggu orang lain.

“Membagikan pesan status di Facebook atau Twitter membuat orang menjangkau penonton lebih besar secara tak langsung.”

Penelitian yang dipublikasikan secara daring dalam Journal of Consumer Psychology tersebut menyebutkan bahwa platform jaringan media sosial berguna untuk mereka yang merasa terisolasi secara sosial dalam interaksi individu.

Berbagai pesan pendek pada penonton di media sosial disebut dengan mikroblog.

(Sebuah studi menemukan bahwa menulis pendek di media sosial, seperti Twitter atau Facebook dapat membantu mengeluarkan emosi negatif dan mengembalikan kesehatan mental Anda. Foto: Pixabay.com)
(Sebuah studi menemukan bahwa menulis pendek di media sosial, seperti Twitter atau Facebook dapat membantu mengeluarkan emosi negatif dan mengembalikan kesehatan mental Anda. Foto: Pixabay.com)

Untuk menguji apakah orang-orang senang bermikloblog saat merasa khawatir secara sosial, Buechel meminta para partisipan dalam satu kelompok untuk menulis tentang kapan mereka tak ingin berbicara dengan siapapun dalam sebuah pesta, sementara kelompok lainnya menulis tentang pekerjaan.

Kemudian, ia meminta partisipan yang memiliki akun jaringan sosial daring untuk menghabiskan dua menit di jaringan sosial mereka.

Setelah itu, ia menanyakan apakah para partisipan bermikroblog. Hasilnya, mereka yang yang cenderung merasakan khawatir secara sosial lebih senang bermikroblog.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa berbagi secara daring kurang ideal bila dibandingkan dengan berkomunikasi secara personal. Namun jaringan sosial ini bisa menjadi saluran komunikasi yang penting pada orang-orang tertentu yang merasa terisolasi,” paparnya.

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa jika digunakan dengan bijak mikroblog bisa menjadi sarana berarti untuk mengeluarkan emosi negatif dalam interaksi sosial.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya