HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

LGBT Bermunculan di Serambi Mekkah

Kaum Waria dan Kid Zaman Now

Ilustrasi Kaum Waria LGBT di Aceh. FOTO/Kutaradja Wordpress
0 1.703

Oleh: Muhammad Bayhaqi[1. Mahasiswa Pendidikan Geografi, FKIP UNSYIAH]

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Baru-baru ini masyarakat Aceh dihebohkan oleh adanya sebuah aksi dari kaum minoritas waria (wanita pria) di salah satu hotel berbintang. Besar dugaannya – sesuai kabar yang tersiar di media-media – para kaum “pemalsu kemasan” ini melakukan pemilihan ratu atau pemimpin bagi kaumnya waria.

Ihwal adanya pemilihan ratu waria tersebut bermula dari informasi warga yang didapatkan oleh pemuda Peunayong, bahwa ada acara yang sedang berlangsung dan bertentangan dengan syariat Islam di sebuah  hotel berbintang di Banda Aceh. Setelah diselidik, pemuda dan masyarakat setempat berhasil menangkap beberapa waria yang baru pulang dari acara kontes tersebut.

Tak ayal, kabar pemilihan ratu waria tersebut berbuntut panjang. Beragam kritikan dan komentar dari berbagai pihak bermunculan  dalam menyikapi kabar ini. Tak terkecuali warga jagat maya, yang khususnya pemilik akun-akun social media yang bermastautin di Aceh. Ada yang menyalahkan pemerintah kota Banda Aceh yang bersikap terlalu lunak bagi pihak hotel tersebut sehingga terjadinya aksi yang dapat dikatakan sebagai sebuah penistaan terhadap syariat Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dilakukan oleh kaum waria tersebut sebagai sesuatu yang dibenarkan oleh HAM.

Baca Juga

APBA dan Elit Yang Tuli

Mengenang Bencana Tsunami

Memory SMONG

Bagi masyarakat Aceh, kabar “terciduknya” aksi kaum minoritas ini dianggap sebagai bencana untuk kesekian kalinya bagi moral  Aceh. Karena beberapa waktu lalu warga Aceh dikejutkan oleh kasus yang sama namun tak serupa, yaitu kasus tertangkap pasangan homoseksual, tepatnya di Rukoh, Darussalam, Banda Aceh.

Adanya aksi yang tidak senonoh tini tentunya sangat memalukan dan memilukan bagi kita warga  Aceh. Betapa tidak, Aceh yang saat saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan promosi dan sosialisasi bagi penegakan syariat Islam keluar. Namun, kenyataan yang didapatkan jauh bertentangan dengan norma – norma dalam syariat Islam.

Apalagi mengingat label Aceh sebagai serambi Mekkah, yang secara bahasa dapat dipahami bahwa corak kehidupan Islam di Aceh levelnya tidak jauh dari corak kehidupan Islam di Mekkah. Maka layak dan pantas, jika semua kalangan yang ada di Aceh mengutuk kegiatan pemilihan ratu Waria tersebut.

Jika ditelisik, (mungkin) pemilihan ratu waria itu berkaitan dengan gaya hidup  Kids zaman now (anak zaman sekarang) yang sudah terkontaminasi dengan budaya dan pola hidup “orang barat”. Mereka adalah kelompok-kelompok yang gagal dalam melakukan filter terhadap nilai-nilai yang masuk dari kebudayaan Barat. Kids zaman now merujuk pada sebuah kondisi dimana remaja-remaja sekarang melakukan sesuatu yang bertentangan atau berlainan dengan pola perilaku masyarakat dahulu.

Bagi Kids zaman now, menjadi Waria seolah-olah sebuah pilihan yang normal dan benar. Padahal terdapat norma-norma umum yang berkembang di Aceh tidak membenarkan adanya eksistensi Waria. Maka dari itu, sudah semestinya pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat serta melakukan penertiban terhadap hotel-hotel yang bermasalah dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Aceh. Jangan sampai kasus semacam ini (kontes waria) mendapati episode yang keselanjutnya di bumi Aceh.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat