Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Akhir Tahun 2017, Capaian IHSG Melampaui Perkiraan

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai level tertinggi 6.300. Pencapaian ini cukup tinggi bila dibanding ekspektasi dari pandangan banyak analis yang memprediksi IHSG hanya mencapai di 6.000 hingga akhir tahun.

“Tahun ini bagus banget indeks. Ekspektasi awal hanya 6.000, tapi sekarang sudah 6.300. Sangat tinggi sekali, meskipun ada ancaman tahun depan ‘berapa lagi ya indeks’. Profit taking lah, tapi saya optimistis dengan indeks hingga akhir tahun ini,” ujar ‎Analis First Asia Capital David Setyanto kepada Medcom.id, Jumat, 29 Desember 2017.

Posisi IHSG saat ini telah mencapai 6.363,07. Gerak indeks menguat tajam dari pembukaan perdagangan tadi pagi yang masih di level 6.340. Pencapaian yang luar biasa ini karena memperoleh sentimen positif dari dunia internasional yakni terkait ‎kenaikan peringkat yang diberikan oleh Fitch Rating dan Standard & Poor’s.

Sementara dari dalam negeri ditopang dari fundamental ekonomi yang cukup bagus, positifnya laba emiten, dan investor domestik yang cukup aktif dalam menopang aksi ambil untung di pasar modal Indonesia.

“Tahun ini banyak aksi jual, kita apresiasi investor domestik yang merespons banyak aksi jual itu. Sehingga masih terus ada dana yang masuk ke pasar modal. Fundamental (ekonomi) kita juga cukup bagus, sehingga positif untuk pasar modal kita,” tutur David.

‎Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesa (BEI) Tito Sulistio mengungkapkan kenaikan indeks sepanjang tahun ini tak luput dari kinerja positif emiten-emiten yang ada di bursa selama 2017. Apabila ‎kinerja emiten positif, maka gerak indeks pun mengalami peningkatan.

“Emiten kuartal ketiga tumbuh 14,03 persen dan itu terbesar di ASEAN. Jadi, kalau produk bagus, riten emiten membaik. Sekarang membaik lagi,” ungkap Tito.

Kinerja emiten yang positif, sebut Tito tercermin dari total laba yang dikumpul 517 perusahaan ‎bursa sepanjang sembilan bulan pertama di tahun ini. Total labanya mencapai Rp253,51 triliun, atau tumbuh 19,48 peren bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp212,18 triliun.

Adapun untuk tingkat pendapatan emiten juga mengalami peningkatan sebesar 12,53 persen, dari Rp2.080 triliun menjadi Rp2.341 triliun per kuartal III-2017. ‎‎Adapun total aset 517 emiten pun naik 12,61 persen menjadi Rp9.874 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8.769 triliun.

“Dengan ekuitas yang tumbuh 14,26 persen, menjadi Rp2.830 triliun, dari sebelumnya Rp2.477 triliun,” ungkap Tito.

Sementara itu, total laba emiten untuk kategori LQ45 pun mengalami kenaikan 18,17 persen menjadi Rp183,84 triliun, dari Rp155,58 triliun. “Asetnya juga naik 15,32 persen menjadi Rp5.657 triliun, dari Rp4.905 triliun,” tutup Tito.

Pencapaian ini cukup tinggi bila dibanding ekspektasi dari pandangan banyak analis yang memprediksi IHSG hanya mencapai di 6.000 hingga akhir tahun.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya