HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Belajar Islam

Tak Tersadarkan, Inilah Dosa-dosa Wanita Yang Kerap Dilakukan Setiap Hari

Punuk Unta, Ilustrasi Dosa-Dosa Wanita yang Tidak Disadari namun kerap dilakukan setiap hari. FOTO/Pixabay
0 2.066

HARIANACEH.co.id — Dalam urusan berpakaian seorang muslimah tidak boleh membuka aurat, atau memakai pakaian tipis, ketat dan pendek. Rasulullah bersabda;

“Ada dua penghuni Neraka yang belum aku lihat. Kaum yang memukul manusia dengan cambuk seperti ekor sapi. Dan wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menebar fitnah dan berjalan lenggak-lenggok. Kepala mereka seakan punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya. Padahal, aroma surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.”[1]

Dalam urusan penampilan, seorang wanita tidak boleh berhias untuk selain suaminya, atau keluar masuk salon demi penampilan, menyambung rambut dan juga mencukur alis. Rasulullah bersabda;

“Terlaknatlah wanita yang menyambung dan minta disambungkan rambutnya, wanita yang mencukur dan minta dicukur alisnya, wanita yang menato dan minta ditato”.[2]

Rasulullah juga melarang para wanita memakai wewangian saat keluar rumah dan melewati kaum laki-laki sehingga tercium wanginya. Beliau bersabda;

“Wanita yang memakai parfum, lalu melewati suatu kaum dengan tujuan agar mereka mencium harumnya. Maka ia adalah wanita pezina”.[3]

Dosa lain yang sering diremehkan oleh para muslimah yaitu berkawan akrab dengan lelaki, berbincang akrab dengannya, baik langsung atau melalui media sosial. Jalan-jalan berdua, berkendara berdua, makan berdua, hingga berduaan di suatu tempat dengannya. Rasulullah bersabda;

“Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan”.[4]

Saat seorang muslimah juga menghindari berjabat tangan dengan selain mahramnya. Apalagi sampai cipika-cipiki. Rasulullah bersabda,

“Sungguh, ditusuknya kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi lebih baik baginya, dari pada mnyentuh wanita yang bukan mahramnya”.[5]

CATATAN KAKI:
  1. HR. Muslim
  2. HR. Abu Dawud, di-Shahih-kan oleh Al-Albany
  3. HR. An-Nasa’i dan dihasankan oleh Al-Albani
  4. HR. At-Tirmidzi di-shahih-kan oleh Al-Albani
  5. HR. Ath-Thabrani, di-hasan-kan oleh Al-Albani
Komentar
Sedang Loading...
Memuat