HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Agar Suami Berat Meninggalkan Rumah, Lakukan 7 Kiat Ini

Ilustrasi Pasangan Suami Isteri. FOTO/Blogspot
0 975

Oleh: Dito Anurogo[1]

HARIANACEH.co.id — Betapa banyak istri yang mendambakan suami untuk selalu bersama menemani. Namun tuntutan profesi terkadang membuat para suami meninggalkan istri. Jauh dari rumah, sementara berpisah, demi masa depan nan cerah. Meskipun demikian, ada tujuh kiat memikat suami agar berat meninggalkan rumah. Berikut ini uraiannya.

1. Ciptakan Suasana Romantis

Manfaatkan momentum kebersamaan bersama suami seefektif dan semaksimal mungkin. Makan malam berdua dengan temaram cahaya lilin, tentu membuat kesan yang mendalam.

Sesekali pergi berdua ke desa wisata, menikmati sejuknya udara pegunungan, kicau burung di pagi hari, segarnya air terjun, dan beningnya sungai pastilah membuat suami bersemangat kembali saat bersama di rumah.

2. Menonton Film Bersama

Cobalah untuk menonton film bersama suami di rumah. Pilihlah film dengan genre yang telah disepakati bersama. Boleh film drama, komedi, aksi, horor, klasik, romantis, dsb. Sediakan camilan atau kudapan ringan untuk menghangatkan suasana dan demi kebersamaan.

3. Selingi Dengan Humor

Hal yang satu ini sering dilupakan oleh pasangan suami istri. Saat anda sedang berdua, selingi dengan humor segar atau candaan ringan pastilah membuat hubungan lebih menyenangkan.

Sebagai variasi humor, boleh diselingi dengan tebak-tebakan, permainan jari, kartu, ular tangga, atau saling menggelitiki sehingga membuat suasana menjadi riang dan penuh tawa.

4. Perhatian Penuh Cinta Kasih

Perhatian-perhatian kecil membuat pasangan anda merasa nyaman. Misalnya menyiapkan handuk, baju kerja dan dasi, menyiapkan teh hangat, sesekali menyuapi suami, membelikan obat saat suami sakit, mengisikan pulsa, membantunya mencuci piring dan pakaian, merapikan tempat tidur atau meja makan, menyapu halaman, mengambilkan sepatu, membelikan kado terindah di saat hari ulang tahunnya, dan hal-hal lainnya. Saat melakukan ini, hendaklah diniatkan untuk membahagiakan suami tercinta, agar bernilai sebagai amal ibadah yang diridai Allah SWT.

5. Variasi Permainan Ranjang

Kehangatan di ranjang terlihat sepele, namun berefek besar. Betapa banyak suami yang bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Nah, saatnya istri berperan. Bacalah buku kamasutra, cobalah beragam variasi posisi, dahului dengan cumbu rayu yang tidak biasa, cobalah aneka gaya yang disepakati bersama di tempat yang berbeda. Boleh diiringi dengan aromaterapi, diselingi musik lembut nan menyentuh hati, atau hal-hal lain pembangkit birahi yang masih diperbolehkan oleh Illahi.

6. Sajikan Menu Kesukaan

Cobalah untuk bereksperimen dari buku-buku masakan, lalu sajikan menu kesukaan suami. Bila belum terbiasa memasak, maka tontonlah dari Youtube, bagaimana cara memasak atau menyajikan makanan atau minuman favorit suami. Bila belum berhasil, maka cobalah lagi.

Boleh juga sesekali mencoba varian menu masakan tradisional. Menghidangkan masakan tradisional ini memiliki banyak sekali keuntungan. Jadi secara tidak langsung melestarikan budaya melalui kuliner tradisional, menghibur dan membahagiakan hati pasangan, menciptakan kebersamaan nan penuh kemesraan.

7. Musik Penggugah Jiwa

Musik dapat melembutkan dan menggugah jiwa. Bahagiakanlah rumah tangga dengan bernyanyi bersama, melantunkan kalimat yang mengingatkan kepada Ilahi. Semarakkanlah suasana dengan alunan musik romantis tentang alam semesta yang melukiskan keagungan sang Pencipta.

Dengan bersenandung bersama, maka kebersamaan jiwa terasa semakin mesra dan akrab. Musik memang dapat menyatukan hati dan membuat jiwa-jiwa semakin dekat kepada Illahi.[]

CATATAN KAKI:
  1. Pemerhati keluarga/rumah tangga beserta dinamikanya, dokter digital/online di detik.com, peraih ‘’Gadjah Mada Awards’’ 2015 kategori mahasiswa terinspiratif dan penulis terbaik, sertifikasi CME dari Harvard dan  Oxford University, penulis 18 buku [salah satunya The Art of Medicine, Gramedia, 2016, dipromosikan di Amazon.com], pembina Network–Preneur  Initiative Center, CEO/Founder Sahabat Literasi Indonesia [Indonesia Literacy Fellowship], studi S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta, email [email protected]
Komentar
Sedang Loading...
Memuat