HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Demi Mendulang Bitcoin, Para Hacker Bobol Ribuan Website

Bitcoin menjadi salah satu jenis mata uang kripto yang paling populer.
0 207

HARIANACEH.co.id — Ribuan website termasuk website pemerintahan Inggris telah diretas oleh hacker untuk mendulang cryptocurrency atau yang tenar dengan istilah ‘cryptojacking’. Para hacker mengembangkan software pendulang bitcoin dan koin cryptocurrency lainnya yang bernama Coinhive, papar Reuters dikutip Telegraph (12/02).

Peneliti keamanan siber Scott Helme mengatakan ada sekitar 4000 website yang terinfeksi virus pencuri cryptocurrency. Sistem retas tersebut akan mengendalikan komputer pengunjung website dan mencuri cryptocurrency-nya. Saat ini, kode yang terinfeksi virus telah dinonaktifkan dan pengunjung website tidak akan lagi terkena dampak pencurian.

Helme menelusuri kasus ini dan menemukan adanya plug-in bernama Browsealoud yang digunakan untuk membantu orang buta atau dengan daya lihat rendah mengakses suatu website. Perusahaan pembuat plug-in, Texthelp, mengkonfirmasi bahwa produknya terinfeksi selama 4 jam oleh kode berbahaya pencuri cryptocurrency.

Cryptocurrency yang dicuri adalah Monero, pesaing Bitcoin yang didesain untuk transaksi tak terlacak baik dari pengirim dan penerima. Plug-in itu telah di’tanam’ dengan program Coinhive, yang artinya ‘dulang/tambang/gali’ dengan menjalankan prosesor kalkulasi intensif pada komputer pengunjung.

Sekali plug-in terinfeksi, ribuan website terdampak Coinhive, termasuk diantaranya website Information Commisioner Office (ICO), salah satu lembaga pemerintahan Inggris.

“Gelombang nilai Bitcoin dan cryptocurrency lain tidak pernah lewat dari perhatian hacker yang ingin mencari uang dengan cepat. Proses pendulangan cryptocurrency menggunakan sejumlah proses komputer akan berdampak pada besarnya tagihan listrik. Rasanya lebih baik jika Anda mampu bekerja dengan komputer oranglain. Itulah yang dilakukan para hacker yang berhasil memasukkan software pada website dan tanpa sepengetahuan pengunjung, komputer mereka dicuri cryptocurrency-nya,” ungkap analis korespondensi teknologi BBC, Rory Cellan-Jones.

Proses pencurian cryptocurrency tidak menyebabkan hilangnya kuota dan kerusakan pada komputer, hal itulah yang membuat pencurian itu nyaris sulit terdeteksi, kata Jones menambahkan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat