.

Pemkab Abdya Gelar Sosialisasi Pemberantasan Pungli dan Pelecehan Seksual

1 min


80
49 shares, 80 poin

HARIANACEH.co.id, BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) mengelar kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Saber Pungutan Liar dengan tema “Pencegahan dan Pemberantasan Pungli di Bidang Pendidikan” sekaligus Sosialisasi Pidan terhadap Pelaku Pelecehan Seksual berlangsung di Aula Masjid Komplek Perkantoran Pemkab setempat Jln. Bukit Hijau, Desa Keude Paya, Blangpidie Kamis (15/2/2018)
Sekda Abdya, Drs Thamrin mewakili Bupati setempat dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mendukung sekaligus memberi apresiasi setingi-tingginya atas terselengaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
“Kami dari Pemerintah daerah Abdya, sangat mengapresiasi atas terselengaranya acara ini, semoga dengan adanya acara sosialisasi hari ini, daerah kita bisa bebas dari cengkraman Pungutan liar dan praktik LGBT,” tuturnya.
Menurutnya, Abdya tidak akan terbebas dari masalah Pungutan liar dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) jika persoalan tersebut tidak mejadi tangung jawab bersama.
“Masalah ini bukanlah tangung jawab perseorangan atau institusi tertentu, akan tetapi masalah ini adalalah tangung jawab kita semua, artinya, perlu peran aktif masyarakat untuk memberikan informasi apabila ada kegiatan Pungli dan LGB yang sedang terjadi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sekda Abdya berharap, dengan adanya sosialisasi tersebut, Kepala Sekolah dan dewan guru mengetahui apa saja yang termasuk dalam kegiatan Pungli dan kejadian Pelecehan Seksual/Sodomi sehingga praktik tersebut tidak terjadi lagi di Abdya karena Pelecehan Seksual/Sodomi dapat mempengaruhi psikologi anak dan merugikan semua pihak,” tuturnya.
Sementara itu Wakapolres Abdya, Kompol Jatmiko SH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan sosialisasi UPP Saber Pungli kemudian dilanjutkan Sosialisasi Pelecehan Seksual di Bawah Umur.
Dalam kesempatan yang sama Ia mengatakan, Pelecehan seksual dibawah umur dan LGBT bukan saja melangar aturan negara tetapi juga tidak ditoliril didalam aturan agama.
“Secera hukum pelaku pelecehan seksual dibawah umur dapat dikenakan hukuman sampai dengan 15 tahun penjara juga tindakan pelaku LGBT juga bisa dipidana, bahkan dalam agama sendiri juga dilarang berhubungan sesama jenis,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, segala bentuk pungutan tidak resmi yang tidak mempunyai landasan hukum, merupakan pemerasan dan pemerasan dalam hukum merupakan tindak pidana.
“Segala bentuk pungutan tidak resmi yang tidak mempunyai landasan hukum dinamakan sebagai pungutan liar. Maka dapat dikatakan, pungli adalah merupakan tindakan pemerasan sedangkan dalam hukum pemerasan merupakan tindak pidana,” tutur Jatmiko.
Amatan HARIANACEH, Dua kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua MPU Abdya Tgk. M. Dahlan, Plt Kadis Pendidikan Abdya, Jauhari, Kasi Pidum Kejari Abdya Firmansyah Siregar SH, Pasi Intel Kodim 0110/Abdya Kapten Inf Izhar, Kasat Reskrim Polres Abdya Iptu Zulfitriadi SH, Ketua P2TP2A Abdya Harmasyah, Para Kepala SKPK, Badan dan Kantor serta Kepala Sekolah SMA, SMP dan SD sederajat se Abdya. []

0/5 (0 Reviews)

Komentar


Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
13
Suka
Takjub Takjub
12
Takjub
Kaget Kaget
10
Kaget
Takut Takut
9
Takut
Lucu Lucu
8
Lucu
Sedih Sedih
5
Sedih
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Gif
GIF format