Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Gila atau Misi

HARIANACEH.co.id – Orang yang kurang waras adalah orang yang tidak seutuhnya Gila akan tetapi disebutkan Stres, orang yang tidak waras adalah orang yang kehilangan akal atau pikiran, demikian dengan orang yang waras orang yang mempunyai akal dan pikiran yang sehat.

Dalam kasus ini dengan judul “Gila atau Misi”saya coba menulis tentang yang terjadi baru-baru ini mengenai pembunuhan atau penganiayaan terhadap tokoh-tokoh agama di Indonesia namun kasus tersebut dikaitkan dengan orang gila. Pertanyaan pertama, apakah orang gila bisa membunuh atau menganiaya sampai begitunya? yang kedua apakah orang gila tau target ketika membunuh?

Ada beberapa orang gila yang saya temui sewaktu saya di kampung halaman dan banyak juga kasus yang saya dapat dari dokter maupun teman-teman sekampung dalam hal tersebut orang gila yang pernah saya temui tidak ada kasus dikarenakan dia gila karena membunuh, mungkin ada beberapa seperti itu namun tidak sembarangan dilepaskan oleh Dokter Rumah Sakit Jiwa atau keluarganya karena bisa membahayakan orang lain.

Sifat-sifat membunuh kalau dilepaskan dalam keadaan tidak waras maka akan berbahaya terhadap orang lain, pihak keluargapun kebanyakan memasung orang gila yang berbahaya.
Penulis berdiskusi dengan mahasiswa Poltekes Kemenkes Aceh Jurusan keperawataan bahwasanya orang bisa gila dikarenakan Depresi yang disebabkan oleh tekanan batin seseorang yang sangat kuat sehingga orang tersebut bisa kehilangan akal sampai dia tidak bisa lagi mengutarakan isi pikirannya dikarenakan beban dari batin yang dia hadapi.

Orang gila juga bisa membunuh disebabkan tingkat kemarahannya dan dendam yang sangat kuat kepada orang yang menyakitinya atau orang yang ada dalam pikirannya, orang gila juga bisa menderita beberapa penyakit seperti Waham artinya orang gila tersebut sudah berbicara diluar batas seperti berbicara dalam angan-angan contohnya seperti menyebut dirinya Tuhan dan juga menyatakan dirinya bisa terbang, padahal semua itu hanya imajinasinya yang melampaui batas.

Penyakit selanjutnya orang gila mempunyai prilaku kekerasan, kekerasan tersebut bukan hanya pada orang lain juga melainnkan dirinya sendiri, semua itu dikarenakan gangguan jiwa nya yang terganggu sekaligus mental dan saraf-sarafnya yang sudah gagal.

Penulis juga sempat berdiskusi dengan alumni kedoktoran Universita Abulyatama Aceh besar yang hampir sama isi diskusinya dengan mahasiswa Poltekes Kemenkes Aceh bahwasanya orang gila disebabkan oleh gangguan jiwa dam gangguan jiwa bukan di sebabkan oleh Depresi saja namun obat-obatan yang haram juga bisa mengganggu otaknya dan menuju sarafnya, bila manusia sudah geger saraf itu pastinya akan menyebabkan gangguan pikiran dan menjadi stres dari stres bila tidak ditanggani bisa saja menjadi gila.

Contohnya bisa kita lihat secara langsung di Tv yang menggunakan obat haram atau sabu-sabu dan bila obat itu habismereka akan depresi dikarenakan kecanduannya yang sudah meningkat keras.

Menurut Alumni Kedoteran Albuyatama memang benar orang gila bisa membunuh namun cara membunuh orang gila dengan orang yang berakal itu sangat jauh beda, orang yang berakal bila membunuh mempunyai taktik dan rencana-rencana tertentu sehingga target yang mereka incar tidak menyadarinya dan itu tidak dilakukan di kawasankeramaian melainkan di tempat tertutup ataupun jauh dari keramain, dan cara orang gila membunuh mereka tidak mempunyai target melainkan bila ada bisikan untuk membunuh orang gila tidak segan-segan untuk melukai siapa yang ada disekitarnya dan dia tidak mempunyai terget tertentu.

Khas orang gila itu ada dua yang pertama terlihat jelas artinya orang gila yang sering kita lihat di jalan raya berjalan di aspal panas tidak memakai sandal dan juga bajunya sobek-sobek bila kita mendekat bau harum khasnya langsung tajam tercium, yang ke dua orang gila yang tidak terlihat artinya orang gila tersebut seolah-olah dia normal dan juga berbicara dengan orang disekitarnya cara mengetahui dia gila atau tidak kita tinggal tanya-tanya dan pertanyaan tersebut yang bisa mengankat derajatnya kalau dia gila pasti jawabannya diluar kepala kita contohnya dia bisa saja menyebut dirinya presiden, dia yang paling hebat di dunia ini dan sampai-sampai dia akan menyatakan dirinya tuhan.

Baik dari segi itu semua jelas bagaimana sifat orang gila dan orang setres, namun kasus yang timbul baru-baru ini apakah sama dengan karakter orang gila sebenarnya, saya rasa orang yang membaca akan paham bahwa kasus tentang penganiayaan terhadap Ulama itu bukan karena gila tetapi ada maksut tertentu karena cara melakukan penganiayaannya sangat jauh beda dengan orang gila aslinya dari pulau Jawa hingga ke Aceh kasusnya sama, apakah orang gila di Jawa dengan orang gila di Aceh sama-sama mempunyai tujuannya yang sama ataukah mereka bisa berkomunikasi dengan alusinasi mereka.

Penulis juga sempat mengutip diskusi KH Teungku Zulkarnain di Tv One, dalam perbincangan tersebut secara logika sangat mudah kita menerima apa yang beliau sampaikan, orang gila tidak mempunyai terget ketika membunuh apalagi orang gila di Jawa sama seperti orang gila di Aceh dua-duanya bersifat yang sama yaitu korbannya tokoh Agama. Anehh tapi itu nyata. Aparat Kepolisian di Jawa langsung mengangap itu orang gila sedangkan di pulau Jawa sudah beberapakali terjadi seperti itu dan sampai-sampai Ustadz ada yang meninggal.

Dalam kasus seperti ini, kita bisa melihat bahwa kasus ini ada misi tertentu, apakah dari komunis atau ada seseorang tertentu yang memang tidak suka kepada tokoh Agama dan sangat tidak masuk akal bila orang gila hanya membunuh tokoh Agama saja karena sudah jelas orang gila tidak mempunyai akal bila dia ingin membunuh siapa saja bisa dia bunuh.

Sangat jelas sekali kasus ini aneh dimana ada dua tokoh Agama yang berbeda namun beda pula kasusnya buktinya bisa kita kutippembicaraan KH Teungku Zulkarnain di Tv One yang pertama disitu beliau melihat bagaimana umat Agama Islam dibantai pihak Kepolisian hanya menganggap itu Orang gila, apakah orang gila dengan mudahnya liar di Indonesia? yang kedua ketika satu gereja di datangi seseorang yang ingin membunuh pastor Kepolisian baru menganggap itu kriminal.

Kesimpulan dalam kasus ini kita tidak menyalahkan satu pihak namun kita bisa sama-sama melihat dan menilai apakah kasuh penganiayaan Ulama tersebut nyata dari orang gila ataukan orang yang pura-pura gila yang mempunyai misi atau tujuan tertentu yang bisa melenyapkan umat beragama atau memang tidak suka terhadap umat beragama di Indonesia.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya