Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Penggerebekan Narkoba di Abdya, Abang Dibidik Adik Disergap

HARIANACEH.co.id, BLANGPIDIE – Lamban tapi pasti, begitulah langkah dan upaya pengembangan kasus narkoba yang dilakukan oleh aparat kepolisian Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Tujuanya, mengungkap aktor utama sindikat narkoba di Wilayah hukumnya. Dengan demikian, diharapkan pengedaran barang haram di Kabupaten yang berjulukan Nagari Breuh Sigupai bisa berkurang jika tak elok disebut bisa dilenyapkan.

Dari pengembangan kasus yang didalami, satu persatu tersangka penyalahgunaan narkoba, berhasil diseret keranah hukum. Senang atau tidak, masing-masing harus mempertangung jawabkan  perbuatan mereka meski harus bermalam di hotel prodeo.

Advertisement

Advertisement

Buktinya, memasuki Maret 2018 saja pihak kepolisian Abdya telah meringkus  10 orang lebih. menariknya, perambahan narkoba justru tidak melihat usia dan profesi, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

“Selain dari informasi dari masyarakat, penyergapan tersangka narkoba juga didasari oleh hasil pengembangan yang kita lakukan,” ungkap Kapolres Abdya, melalui Kasat Narkoba Ipda Mahdian Siregar kepada HARIANACEH.co.id, Kamis (8/3/2018) di Blangpidie.

Sebagai contoh kata Ipda Mahdian, penangkap tersangka berinisial R (19) warga Desa Drien Beurumbang, Kuala  Batee, Selasa dua hari lalu di Rumahnya, berdasarkan hasil pengembangan dari kasus 3 tersangka yang di amankan pihaknya sepekan lalu.

Remaja bernisial (R) status pelajar di KTPnya ini, Kita tangkap kata Mahdian Siregar, bersdasarkan pengembangan dari 3 orang tersangka yang ada di Desa Gudang Kecamatan Susoh.

Satu dari Tiga tersangka tadi, tambah Perwira pertama tingkat satu ini, mengaku, bahwa dirinya memperoleh ganja dari wilayah Krueng Batee, setelah adanya pengakuan tersebut, Tim personil langsung menuju ke tempat sasaran.

Setiba disana pada  pukul 17.30 WIB, kata Mahdian pihaknya langsung melakukan pengerebekan, alhasil satres narkoba menemukan 1 bungkus Ganja dan 35 paket lainnya dengan berat keseluruhan mencapai 1 kg lebih.

Sebelum R (19) di amankan dirumahnya, ujar Mahdian Siregar, target bidikan utama berinisial (W) yaitu abang kandung dari R. sayangnya, saat dilakukan pengerebekan, W berhasil kabur. Sementara R diamankan untuk dimintai keterangan.

Menariknya lanjut Ipda Mahdian, R awalnya mengaku, tidak tau menahu saat diperiksa terkait penemuan barang haram tersebut, sehingga R (19), dikembalikan kepada orang tuanya melalui kepala desa dengan syarat, besoknya Rabu (7/3/2018) harus kembali lagi untuk dilakukan penyelidikan.

Sidik punya sidik, ternyata, R telah melakukan transaksi selama tiga kali dengan tersangka yang ditangkap di Desa Gudang Susoh, selebihnya transaksi barang haram itu dilakukan dengan abang kandunya berinisila W.

“Setelah tadi pagi (R) diantar oleh Keuchik beserta keluargnya, selanjutnya, diambil keterangan oleh penyidik, kemudian Kita kaitkan kembali dengan kasus yang Kita tangkap 3 orang di Desa Gadang kemaren, hasilnya R mengakuinya,” ulas Mahdian Siregar.

Padahal lanjut Kasat Narkoba, saat turun ke Kuala Batee, bidikan utama adalah W tidak ada yang lain. Anehnya kata Mahdian Siregar, saat diperiksa R mengaku tidak tau, sementara Ganja tersebut, ditunjuk langsung oleh tersengka yang kemudia diambil oleh petugas.

“Dia sendiri yang beritahu, bahwa ada ganja tersimpan di Kandang Kambing, seberat 850 gram, dan 35 paket dengan berat 200 gram. Jadi total berat semuanya 1 Kg lebih,”  jelasnya.

Jadi, kata kasat Narkoba, untuk proses pengembangan lebih lanjut, R diamakan dulu di Polres Abdya. Demikian Ipda Mahdian Siregar. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya