Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Partai Aceh Tolak Rencana BPKH RI Ambil Alih Pengelolaan Baitul Asyi

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Partai Aceh secara tegas menolak rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI untuk pembambil alihan Tanah Waqaf Aceh Baitul Asyi di Mekkah, Arab Saudi.

Hal ini disampaikan Jurubicara Partai Aceh, Syardani M. Syarif yang akrab disapa Teungku Jamaica dalam pres releasenya yang diterima HARIANACEH.co.id, Sabtu 11 Maret 2018.

“Partai Aceh secara tegas menolak BPKH RI untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh di Arab Saudi dan bersama rakyat Aceh akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan hak rakyat Aceh tersebut.,” ujar Tgk Jamaica.

Selama ini, tambahnya, Waqaf selama ini dikelola oleh Dewan Nadzir Waqaf Habib Bugak yang penunjukannya sejak awal langsung oleh Habib Bugak dan diteruskan oleh keturunan Nadzir sebelumnya dari Ulama Aceh di Makkah dan tidak ada permasalahan apapun

“Sejak 2007 setiap tahunnya semua rakyat Aceh yang berangkat haji ke tanah suci Makkah al-Mukarramah mendapatkan dana pembagian hasil pendapatan dari pengelolaan tanah waqaf tersebut sebesar 1.200 Riyal atau sekitar 4 juta rupiah lebih per jamaah,” jelasnya.

Tgk Jamaica meminta kepada Presiden Joko Widodo agar dapat meninjau kembali rencana BPKH RI untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh di Arab Saudi tersebut.

“Jadi sampai saat ini tanah waqaf tersebut adalah milik sah rakyat Aceh yang tidak bisa dialihkan kepemilikannya kepada siapapun selama Aceh masih ada dan kami meminta kepada pemerintah RI agar tidak mengganggu aset milik rakyat Aceh dimanapun berada,” pungkas Tgk Jamaica.

Untuk diketahui Tanah Waqaf Baitul Asyi diikrarkan Habib Abdurrahman atau Habib Bugak Asyi pada 1224 Hijriah atau tahun 1809 Masehi di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah adalah Waqaf Muqayyad (waqaf bersyarat) dan bukan Waqaf Mutlaq. Artinya diwaqafkan untuk seluruh rakyat Kerajaan Aceh Darussalam hingga hari kiamat yang tidak bisa berpindah tangan kepada siapapun kepemilikannya dan pengelolaannya sudah ditentukan sendiri oleh Habib Bugak dalam ikrar tersebut.

Tanah wakaf yang berasal dari sebuah rumah di depan Ka’bah ini sudah berkembang menjadi beberapa buah hotel dan apartemen yang mampu menampung lebih 12.000 jamaah dengan total aset sekitar 300 juta Riyal atau mencapai 1 triliun rupiah lebih. []

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya