Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Minta Selesaikan Batas Desa, Warga Bawa Parang Ke Polres

 

HARIANACEH.co.id,Meulaboh– Sejumlah Warga Desa Suak Raya Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, sempat mengegerkan personil Polres Aceh Barat, pasalnya mereka mendatangi mapolres setempat, minggu (11/03/18) sekitar pukul 10.00 WIB, dengan membawa sebilah parang, warga suak Raya menuntut agar Polisi segera menyesaikan tapal batas Desa mereka dengan Empat Desa tetangganya.

Kedatangan puluhan warga Suak Raya Ke Polres, bukan hanya membawa parang, namun turut juga dibawa  sertifikat tanah sebagai bukti yang diperlihatkan kepada Polisi agar segera diselesaikan sengketa tapal batas tanah di perbatasan empat desa yang belum selesai dalam dua tahun terakhir.

Warga Suak Raya, mendesak  pihak Polisi dengan segera  meng-eksekusi tanah yang diklim milik warga Suak Raya, tetapi dikuasai oleh desa tetangga terkait lahan gambut   dengan luas mencapai ratusan hectare, di klim milik warga Suak Raya sekitar 80 pemilik dimana saat ini masih digarap oleh warga desa tetangga.

Keuchik  Suak Raya, Zainuddin dalam pernyataanya mengatakan, tanah milik Warga Suak Raya  telah dikuasai oleh warga Desa Tetangga, sedangkan secara legal tanah itu milik warga Suak Raya dibuktikan dengan sertifikat Tanah, sejak tahun 1979 area tersebut telah digarap oleh warga Suak Raya.

Berita Terkait
1

Rumah Adat Aceh –

4

PKS Harapkan Masyarakat Dukung…

PKS Singkil Perkenalkan Atributnya di Khalayak Ramai

Sebelumnya warga Suak Raya telah menanami sejumlah pohon di lahan itu, namun sekelompok orang yang mengatasnamankan warga Lapang, Kecamatan yang sama mencabut jenis tanaman yang telah disemai warga Suak Raya, warga Lapang juga mengklaim tanah tersebut juga milik mereka, ujar Zainuddin.

Lebih lanjut Zainuddin menambahkan, padahal persoalan itu telah disampaikan ke Pemda dan pihak Kapolres untuk menyelesaikan senketa tapal batas antara Suak Raya denga Desa Lapang, namun hingga kini tidak ada penyelesaian, guna menhindari kerusuhan antar warga, pihaknya meminta ke Kapolres segera selesaikan masalah itu.

“kedatangan kami Ke Mapolres hari ini untuk mencari solusi terkait lahan milik warga Suak Raya tersebut sebelum terjadinya tumpah darah” kata Keuchik Zainuddin.

Hal senada juga dikatakan Tokoh Suak Raya Aidil Yusri, menurut Aidil, tanah yang terletak di Jalan KLK II sudah mulai bersengketa sejak adanya aktivitas jual beli tanah pada tahun 2015 yang diduga dilakukan warga Lapang yang bermodalkan sporadik, sedangkan Warga Suak Raya Telah  memiliki sertifikat dari BPN sejak tahun 2003.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kabag Ops, Kompol Pradana Aditya Nugraha, menagatkan sebelumnya Pemda dan Polres Aceh Barat, telah melakukan mediasi antara Warga Suak Raya dengan Warga Lapang,  mereka sepakat sebelum adanya penyelesaian, tanah yang sedang bersengketa itu jagan digarap, namun kondisi terkini di lahan tersebut belum kita ketahui, ujar Aditya.[]

 

 

 

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya