Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Rafli: Soal Baitul Asyi, Pemerintah Pusat Hormati Aceh

 

HARIANACEH.co.id,Banda Aceh– Senator Asal Aceh Rafli Kande dengan menolak soal wacana Pemerintah pusat untuk mengambil alih pengelolaan baitul Asyi untuk di investasikan sesuai arahan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Advertisement

Advertisement

Rafli Kande melalui juru bicaranya Mustafa Ali (11/03/18) mengatakan, wacana Pemerintah pusat ingin  menginvestasikan Baitul Asyi ke sektor perhotelah dan jasa penyedia makanan jamaah haji di tentang  Rafli, ia  tidak setuju wacana tersebut, karena selama ini Baitul Asy merupakan tempat paling sakral bagi jamaan haji asal Aceh.

Rafli yang juga anggota DPD RI asal Aceh itu menyebutkan,  jika pemerintah pusat punya itikat baik untuk ikut terlibat dalam mengembang baitul asyi, kenapa tidak lewat pemerintah Aceh Saja dengan segala kekhususan Aceh, Baik secara otonom atau kekhususanya, Rafli menyebutkan dalam surat wakaf yang menjadi pegangan mahkamah agung Arab Saudi, Baitul Asyi itu diwakafkan ke jamaah haji Aceh, bukan ke Pemerintah RI, katanya.

“Pemerintah Pusat harus hormati Aceh terkait Baitul Asyi” ujar Rafli.

Dikatakan  Rafli, sejumlah jamaah haji asal Aceh yang pernah berkunjung ke baitul Asyi pada musim haji lalu, kepadanya menjelaskan. Bahwa pada tahun 2017  penghasilan disana mencapai  18 Miliarlebih  dan itu hanya bisa di peruntukan kepada jamaah haji asal Aceh dan kaum pelajar Aceh yang menutut ilmu di sana.

Peraturan tersebut telah tertuang  dalam surat wakaf habib bugak tokoh saudagar Aceh yang dermawan.

Selanjutnya, jika Pemerintah Indonesia ingin fokus menginvestasikan dana haji ke Arab Saudi baik sektor perhotelan dan lainnya dengan dana haji atau kerja sama dengan IDB yang bertujuan mengurangi risiko nilai tukar atau valuta asing dan memiliki nilai yang lebih tinggi, kan tidak mesti di baitul asyi yang selama ini sudah sangat bagus managementnya dan sudah di dapatkan manfaat real oleh masyarakat Aceh saat haji dan mengenyam ilmu pendidikan di sana  jelas senator asal Aceh ini.

Kenapa Pemerintah Indonesia hanya melirik pada baitul asyi, masyarakat Aceh sulit mempercai hal ini, karena terkesan Pemerintah hanya milirik yang mentah saja, tidak berkaca pada sejarah masa lalu, demikian Rafli Kande.[]

 

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya