Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Masyarakat Kala Wih Ilang Kembangkan Tanaman Terong Belanda

HARIANACEH.co.id, Takengon РDusun Kala Wih Ilang Desa Wih Ilang, merupakan salah satu wilayah pertanian yang terletak di ujung barat Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

 

Selain memiliki luas tanam yang mencapai ratusan hektar, kultur tanah diwilayah ini terbilang subur dan cocok ditanami dengan tanaman palawija seperti kentang, tomat, cabe dan yang lain disamping kopi arabika.

 

Seperti yang dilakukan Abdus Salam (42) salah seorang masyarakat Kala Wih Ilang, sejak menempati daerah itu beberapa tahun lalu, dirinya bersama warga lain terus mengembangkan budidaya tanaman hortikultura seperti terong Belanda.

 

“Alhamdulillah saat ini kami bersama warga lain telah membudidayakan terong Belanda seluas 3 hektar dan telah dipanen sebanyak 12 kali,” ujar Abdus Salam.

 

Diutarakannya saat ini terong Belanda hasil kebunnya itu sudah dipasarkan ke Banda Aceh melalui cafe-cafe yang ada disana dengan harga rata-rata Rp15 ribu/kg.

 

“Sekali panen mencapai 700 kg hingga satu ton, dipanen 20 hari sekali, alhamdulillah perbulan menghasilkan Rp 8 juta hingga lebih,” katanya.

 

Wabup Aceh Tengah H Firdaus SKM ketika melakukan silaturrahmi dengan warga mualaf Kala Wih Ilang, Rabu (14/3) berkesempatan melihat dari dekat kebun terong Belanda milik Abdus Salam.

 

Firdaus mengatakan akan mendukung pengembangan budidaya tanaman itu karena bisa menopang ekonomi keluarga.

 

“Hari ini kita sempat berkunjung ke kebun saudara Abdus Salam. Amatan kami tanaman terong Belanda ini cocok dibudidayakan di wilayah ini, mengingat yang sudah ada tumbuh subur dan buahnyapun segar-segar,” ujar Firdaus.

 

Menurutnya terong Belanda (solanum betaceum) memiliki pasar yang baik, bukan hanya memiliki nilai ekonomis namun bermanfaat untuk kesehatan, karena buah ini mengandung vitamin c yang sangat dibutuhkan tubuh.

 

“Kita akan mendukung warga untuk mengembangkan tanaman ini, seperti kebun pak Abdus Salam dapat menjadi contoh bagi warga sekitar,” ujarnya.

 

Menanggapi keluhan warga terkait jalan yang belum diaspal dan jika musim hujan sulit dilalui oleh kendaraan, Firdaus akan berupaya dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk meningkatkan infrastruktur jalan.

 

“Kita yakin jika jalan sudah baik, wilayah ini akan lebih berkembang dan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama dalam memasarkan hasil pertanian serta tidak tertutup kemungkinan daerah ini juga akan menjadi objek wisata agro seperti Pantan terong, apalagi kami dengar diwilayah ini terdapat air terjun yang dapat dijadikan objek wisata,” sebut Firdaus didampingi Camat Pegasing, Muslim. []

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya