.

Masyarakat Dunia Dukung ‘Visi Hijau’ Irwandi Yusuf untuk Melindungi KEL

2 min


82
82 shares, 82 poin

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Gerakan global Love the Leuser yang melibatkan LSM lokal dan internasional untuk mengajak masyarakat dunia memberikan perhatian pada Ekosistem Leuser, hari ini menyampaikan pesan kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf agar memenuhi janjinya mewujudkan “Visi Hijau Aceh” dengan memberikan perlindungan permanen untuk Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Pesan tersebut berhasil meraih 10.800 dukungan dari netizen di seluruh dunia melalui sebuah surat terbuka yang disampaikan secara daring.

Surat tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas keputusan Gubernur memperpanjang moratorium izin baru untuk pertambangan batu bara mineral dan kelapa sawit pada Januari 2018 serta mendorong tindak lanjut perlindungan jangka panjang bagi Ekosistem Leuser.

Mulai dari komunitas lokal, ahli biologi satwa ternama, konservasionis hutan, aktivis hak asasi manusia dan pejuang perubahan iklim sangat berharap agar Irwandi Yusuf, yang terkenal dengan sebutan ‘Gubernur Hijau’ karena kepemimpinan politik dan usaha konservasinya, akan memprioritaskan kebijakan dan tindakan untuk melindungi dan memulihkan Ekosistem Leuser, menghormati hak masyarakat adat dan berinvestasi dalam pembangunan yang benar-benar bertanggung jawab serta berkelanjutan hingga tingkat yang lebih tinggi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

Farwiza Farhan, ketua Yayasan HAkA menekankan, “Kami berharap agar Gubernur bisa mewujudkan visi hijaunya dengan memastikan moratorium ditegakkan, menyertakan Kawasan Ekosistem Leuser dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) dan membatalkan semua proposal mega proyek infrastruktur yang berpotensi merusak KEL, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tampur dan Kluet,”

Menurut Farwiza salah satu tantangan kerusakan yang dihadapi oleh KEL saat ini adalah proyek PLTA Tampur, karena berdasarkan analisis dokumen perencanaan lingkungan, proyek ini rencananya akan membanjiri area hutan lindung seluas 4.000 Ha. dengan bendungan setinggi 173,5 meter. Setidaknya 32 kilometer jalan akan dibangun melalui hutan lindung untuk mengakses lokasi PLTA tersebut, desa di sekitar proyek akan direlokasi ke kawasan lain yang berdampak pada perambahan hutan untuk pembangunan desa dan pembukaan kebun warga.

Hariadi Kartodihardjo, Profesor Kebijakan Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang merupakan salah satu andalan dari provinsi Aceh seharusnya tetap memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, lingkungan dan aspek sosial yang sering diabaikan. “Kekayaan Aceh ini semestinya sebesar-besarnya untuk kepentingan masyakarat Aceh. Saat ini kebutuhan prioritas masyakat adalah infrastuktur pertanian dan pendidikan dasar, namun proyek energi biasanya tidak melihat sedetail itu, hanya melihat potensinya lalu mengundang investornya, tetapi proses terkait bagaimana pembangunan itu dilakukan kapasitasnya masih rendah sekali untuk memastikan bahwa pembangunan ini sejalan dengan ekonomi, sosial dan lingkungan.”

Taman Nasional Gunung Leuser yang menempati sepertiga dari wilayah Ekosistem Leuser, saat ini masih termasuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO dalam bahaya. “Ketenaran Ekosistem Leuser memang tidak bisa menjamin perlindungan, namun perhatian yang sangat besar dari dunia internasional bisa mengirimkan pesan yang nyata kepada para pengambil kebijakan dan dunia industri bahwa dunia tidak akan tinggal diam atas kerusakan yang terjadi di Ekosistem Leuser,” ungkap Panut Hadsiswoyo, direktur Orangutan Information Centre (OIC) yang juga mewakili organisasi masyarakat sipil pada pertemuan pertemuan Komite Warisan Dunia.

Ekosistem Leuser merupakan bentang alam penuh harapan. Cara untuk melindunginya adalah dengan semua pihak––termasuk masyarakat, pemerintah dan industri kelapa sawit––saling bekerja sama untuk melindungi hutan hujan, lahan gambut, dan sungai yang memberikan kehidupan untuk masyarakat Aceh dan penduduk bumi untuk kita wariskan pada generasi yang selanjutnya,” ungkap M. Nur, Direktur Eksekutif Walhi Aceh.[]

0/5 (0 Reviews)

Komentar


Apa Reaksi Anda?

Marah
9
Marah
Suka Suka
12
Suka
Takjub Takjub
10
Takjub
Kaget Kaget
9
Kaget
Takut Takut
8
Takut
Lucu Lucu
6
Lucu
Sedih Sedih
4
Sedih
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Gif
GIF format