Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Kinerja DPRK Aceh Barat Dikritik Tokoh Muda

HARIANACEH.co.id — Para tokoh muda di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengkritisi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) karena dinilai diskriminatif terhadap pembangunan di wilayah kecamatan pedalaman.

“Pemuda Sibak Krueng Woyla menyayangkan pernyataan ketua DPRK Aceh Barat terkait rancangan alokasi dana Otsus. Apalagi yang dipermasalahkan jumlah alokasi otsus untuk daerah terpencil,” kata tokoh muda, Baharuddin Bahari, di Meulaboh, Senin.

Ia mengatakan, kalangan pemuda tergabung dalam komunitas “Pemuda Sibak Krueng Woyla” menyanyangkan pernyataan ketua DPRK Ramli, SE yang terkesan tidak peduli terhadap daerah terpencil, seperti Kecamatan Woyla dan Kecamatan Sungai Mas.

Seperti diberitakan Antara, pernyataan ketua wakil rakyat beberapa waktu lalu sangat melukai hati rakyat, karena menyatakan alokasi dana otsus untuk daerah terpencil lebih besar ketimbang kecamatan lain.

Padahal menurut kalangan pemuda, daerah pedalaman lah yang saat ini mestinya dipacu pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur untuk mempermudah akses transportasi masyarakat pedalaman untuk berbagai aktivitas masyarakat.

“Harusnya, DPRK sebagai wakil rakyat mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang memberi perhatian lebih kepada daerah terpencil dalam pembangunan infrastruktur sebagai upaya peningkatan ekonomi rakyat,”tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Muhammadi, berbicara anggaran berkeadilan bukan bearti pengalokasian harus dalam jumlah yang sama secara merata disetiap kecamatan, namun bagaimana penempatan jumlah anggaran itu harus sesuai kebutuhan.

“Harusnya penempatan jumlah anggaran disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan sektor yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami menilai pernyataan ketua DPRK Aceh Barat sebagai sikap diskriminatif,”tegasnya.

Dia menceritakan, kecamatan yang mendapat perhatian lebih dalam pengalokasian dana otsus 2019, sebagian besar merupakan kawasan terisolir yang tentunya sangat ingin merasakan nikmatnya pembangunan infrastruktur seperti jalan aspal dan jembatan layak.

Para pemuda menaruh harapan pada Pemkab Aceh Barat untuk tetap mempertahankan program pembangunan dengan rencana kebijakan awal alokasi dana otsus tahun 2019, pemuda bersama masyarakatSibak Krueng Woyla mendukung kebijakan eksekutif.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya