Kinerja DPRK Aceh Barat Dikritik Tokoh Muda

Kinerja DPRK Aceh Barat Dikritik Tokoh Muda1 min


50
27 shares, 50 poin
Kinerja DPRK Aceh Barat Dikritik Tokoh Muda
Dokumen. Aksi hari bumi beberapa mahasiswa di depan Gedung DPRK Aceh Barat menuntut perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara tidak mengabaikan kerusakan lingkungan akibat operasionalnya. (ANTARAACEH.COM)

HARIANACEH.co.id — Para tokoh muda di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengkritisi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) karena dinilai diskriminatif terhadap pembangunan di wilayah kecamatan pedalaman.

“Pemuda Sibak Krueng Woyla menyayangkan pernyataan ketua DPRK Aceh Barat terkait rancangan alokasi dana Otsus. Apalagi yang dipermasalahkan jumlah alokasi otsus untuk daerah terpencil,” kata tokoh muda, Baharuddin Bahari, di Meulaboh, Senin.

Ia mengatakan, kalangan pemuda tergabung dalam komunitas “Pemuda Sibak Krueng Woyla” menyanyangkan pernyataan ketua DPRK Ramli, SE yang terkesan tidak peduli terhadap daerah terpencil, seperti Kecamatan Woyla dan Kecamatan Sungai Mas.

Advertisements

Seperti diberitakan Antara, pernyataan ketua wakil rakyat beberapa waktu lalu sangat melukai hati rakyat, karena menyatakan alokasi dana otsus untuk daerah terpencil lebih besar ketimbang kecamatan lain.

Padahal menurut kalangan pemuda, daerah pedalaman lah yang saat ini mestinya dipacu pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur untuk mempermudah akses transportasi masyarakat pedalaman untuk berbagai aktivitas masyarakat.

“Harusnya, DPRK sebagai wakil rakyat mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang memberi perhatian lebih kepada daerah terpencil dalam pembangunan infrastruktur sebagai upaya peningkatan ekonomi rakyat,”tuturnya.

Advertisements

Hal senada juga disampaikan Muhammadi, berbicara anggaran berkeadilan bukan bearti pengalokasian harus dalam jumlah yang sama secara merata disetiap kecamatan, namun bagaimana penempatan jumlah anggaran itu harus sesuai kebutuhan.

“Harusnya penempatan jumlah anggaran disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan sektor yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami menilai pernyataan ketua DPRK Aceh Barat sebagai sikap diskriminatif,”tegasnya.

Dia menceritakan, kecamatan yang mendapat perhatian lebih dalam pengalokasian dana otsus 2019, sebagian besar merupakan kawasan terisolir yang tentunya sangat ingin merasakan nikmatnya pembangunan infrastruktur seperti jalan aspal dan jembatan layak.

Advertisements

Para pemuda menaruh harapan pada Pemkab Aceh Barat untuk tetap mempertahankan program pembangunan dengan rencana kebijakan awal alokasi dana otsus tahun 2019, pemuda bersama masyarakatSibak Krueng Woyla mendukung kebijakan eksekutif.

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

50
27 shares, 50 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns