Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Beginilah Cerita Awal Muasal ISIS Didirikan oleh Abu Bakar al-Baghdadi

HARIANACEH.co.id – Perang Irak pada tahun 2003 merupakan salah satu penyebab munculnya Organisasi teroris paling radikal yang hari ini kita kenal sebagai Islamic State in Irak and Syria (ISIS). Ia berakar dari kelompok Al-Qaeda in Irak (AQI)—salah satu aktor utama dalam pemberontakan terhadap pemerintah Irak dan pasukan pendudukan asing di sana. Di bawah kepemimpinan Abu Musab Al-Zarqawi, AQI bertanggung jawab atas beberapa serangan paling brutal selama konflik di Irak.

Melansir tulisan tirto.id, Minggu (08/04/2018), Rencana-rencana pembentukan suatu daulah atau negara Islam oleh AQI mulai terkuak pada Juli 2005. Rencana itu datang langsung dari orang nomor dua di Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri. Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Zarqawi, tangan kanan Osama bin Laden itu menyebut tentang tahap-tahap mengambil alih kendali negara ketika pasukan Amerika pergi.

Surat sepanjang 6.000 kata itu memuat rencana empat langkah yang dimulai dengan pengusiran pasukan AS dari Irak. Pengusiran itu akan diikuti pembentukan suatu “otoritas Islam atau keamiran” yang meliputi wilayah Irak.

Tahap ketiganya adalah “perluasan gelombang jihad” ke negara-negara sekuler tetangga Irak. Ketika semua tahapan itu tercapai, sebagai kemuncaknya adalah perang langsung dengan Israel.

“Karena Israel didirikan hanya untuk menantang entitas Islam baru,” tulis Zawahiri dalam surat yang—seturut sumber intelijen Amerika Serikat—diperoleh selama perang kontraterorisme di Irak.

Surat itu juga menekankan perlunya suatu kampanye politik inklusif yang mampu menarik kelompok Islam lain di luar kelompok-kelompok jihadis. Surat itu memperingatkan agar AQI tak mengulang kesalahan Taliban di Afganistan yang eksklusif dan akhirnya mendapat penolakan.

Rencana itu belum sepenuhnya terlaksana hingga tewasnya Zarqawi oleh serangan militer Amerika Serikat pada Juni 2006. Ia tewas usai tempat persembunyiannya dijatuhi bom oleh pesawat tempur Amerika Serikat. Sehari kemudian, AQI mengumumkan bahwa posisi Zarqawi digantikan oleh Abu Ayyub Al-Masri.

Di bawah Al-Masri, pada Oktober 2006 AQI bergabung dengan kelompok-kelompok sunni radikal di provinsi Anbar, Irak, dan membentuk Koalisi Mutayyibin. Hanya berselang beberapa hari koalisi besar ini menyatakan berdirinya Islamic State of Irak (ISI).

Sebagai amirnya diangkatlah Abu Umar Al-Baghdadi, sementara Al-Masri menjabat sebagai menteri perangnya. ISI mengklaim wilayah Anbar, Baghdad, Diyala, Kirkuk, Ninawa, Babel dan Salahuddin sebagai wilayahnya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya