Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Pelacur Online Bebas, MPU Aceh: Tidak Boleh Membebaskan Begitu Saja!

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Masyarakat Aceh memprotes keras tindakan pihak penegak hukum yang membebaskan para pelaku prostitusi online di Banda Aceh beberapa hari lalu dengan begitu saja. Pasalnya, pihak penegak hukum terkesan melakukan pembiaran terhadap praktik bisnis prostitusi yang bertentangan dengan syariat Islam di Aceh. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali angkat bicara terkait hal tesebut.

“Tidak boleh membebaskan begitu saja, kami sudah menyuarakan pelaku harus sampai ke pengadilan. Sebelumnya kepada Kapolresta Banda Aceh juga sudah saya sampaikan dan beliau komit,” ujar Lem Faisal seperti dilansir aceHTrend, Minggu (8/4/2018).

Lem Faisal menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ini ia sering berkomunikasi intensif dengan H. Sudirman, anggota DPD RI asal Aceh terkait pembebasan prostitusi online di Banda Aceh tanpa proses hukum. Menurutnya, selama ini telah mengeluarkan berbagai rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait pembatasan-pembatasan untuk mencegah terjadinya pelanggaran syariat islam di Aceh. Ia mencontohkan soal rekomendasi usaha salon, warnet, jam malam dan rekomendasi lainnya.

Berita Terkait
1

Rumah Adat Aceh –

4

PKS Harapkan Masyarakat Dukung…

PKS Singkil Perkenalkan Atributnya di Khalayak Ramai

Sememtara itu, anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma juga ikut mempertanyakan hal ini kepada Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. Munawar, MA. Menurut Haji Uma kepala Dinas Syariat Islam Aceh sudah menyampaikan kepada Satpol PP dan WH Provinsi Aceh untuk penanganan kasus prostitusi online ini diproses sesuai Qanun Syariat Islam yang berlaku dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian.

“Saya sudah menyarankan kepada Dinas Syariat Islam dan MPU Aceh untuk memanggil kembali pelaku untuk diproses hukum, karena jika pelaku dibebaskan begitu saja maka tidak ada keadilan bagi pelanggar syariat islam yang sudah menjalani hukuman sebelumnya. Pak Munawar pada Senin besok juga akan memanggil kepala Satpol PP dan WH agar kasus ini bisa diselesaikan secepatnya,” ungkap Haji Uma.

Haji Uma juga mengungkapkan kekhawatirannya ke depan akan terjadi gejolak dan hilangnya rasa percaya dari masyarakat akan implementasi produk hukum atau qanun-qanun syariat islam di Aceh.

“Ini sangat miris sekali kita mendengar, terutama para pelanggar syariat Islam yang sudah pernah menjalani hukuman cambuk yang terkesan tebang pilih,” ujar Haji Uma lagi.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya