PN Kuala Simpang Vonis Dua Tahun Perjara Penjual Gading Gajah

1 min


68
23 shares, 68 poin
Gading disita oleh Departemen Kehutanan dan Satwa Liar dari pemburu
Ivory confiscated by the Ministry of Forests and Wildlife from poachers and held in store.

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Suhardi terdakwa pelaku penjual gading gajah di Indonesia divonis Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Aceh Tamiang dengan putusan pidana kurungan selama dua tahun dan denda sebesar Rp50 juta.

Seperti dilansir aceHTrend, Salinan putusan yang diperoleh dari Grup WhathsApp, Senin (9/4/2018), disebutkan bahwa terdakwa ditangkap pada 14 November 2017. Kemudian dilakukan pemeriksaan serta mengadili perkara pidana dalam tingkat pertama kepada Suhardi (46) Warga Dusun Karang Tuan Kampung Seumana Jaya, Kecamatan Ranto Peurelak, Kabupaten Aceh Timur.

Dari hasil putusan pengadilan tersebut, Suhardi dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memiliki bagian-bagian satwa yang dilindungi. Pengadilan menjatuhkan pidana kepada Suhardi dengan pidana penjara sebanyak dua (2) Tahun dan diwajibkan membayar denda sebesar 50 juta rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan sebanyak dua bulan.

Sejumlah barang bukti yang dirampas untuk negara berupa satu unit Avanza warna putih dengan nomor polisi BK 1506 QM beserta STNK, satu buah goni berwarna putih yang didalamnya berisikan dua buah gading gajah dengan panjang masing-masing 65 centimeter, dengan berat gading masing-masing lima kilogram, satu unit Handphone lipat berwarna hitam dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Kamis 05 April 2018 berdasarkan sidang permusyawaratan majelis hakim Pengadilan Negeri Kuala Simpang pada Selasa 03 April 2018, yang dibacakan oleh Irwansyah Putra Sitorus, SH, MH, sebagai hakim ketua dan didamping hakim anggota Rizki Ramadhan SH dan Wisnubrata SH, di depan terdakwa dan kuasa hukumnya.

Advertisements

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan kepada awak media, pihaknya memberi apresiasi kepada pihak penegak hukum dan Pengadilan, karena telah menjatuhkan hukuman yang berat kepada pelaku kriminal di lingkup kejahatan lingkungan.

“Ya kita apresiasikan putusan hakim tersebut, karena putusannya cukup tinggi, kami berharap vonis kepada pelaku perdagangan satwa liar yang dilindungi, kedepan bisa semakin maksimal, agar ada efek jera,” kata Sapto.

Menurutnya, yang di vonis di pengadilan Aceh Tamiang itu hanya pelaku perdagangan gading gajah, sementara komplotan pemburu gading itu berada diwilayah hukum Aceh Timur, “Pelakunya masih buronan,” jelas Sapto.[]

Advertisements
Advertisements

Bagikan ke teman anda!

68
23 shares, 68 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns