Beginilah Respon KPK Soal Permohonan Setnov Kepada Hakim Tipikor

1 menit


9 shares
Setya Novanto, Terdakwa Kasus Korupsi e-KTP
Setya Novanto, Terdakwa Kasus Korupsi e-KTP. FOTO/Celebesnews

HARIANACEH.co.id – Setya Novanto tetap meminta majelis hakim mempertimbangkan status justice collaborator (JC) yang telah diajukannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Permintaan itu disampaikan Novanto sebagai Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dalam nota pembelaan (pledoi) yang disampaikannya di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

Padahal dalam tuntutannya, KPK sudah jelas tidak mengabulkan permohonan Novanto tersebut.

Menanggapi hal itu, KPK kembali menegaskan bahwa permintaan Novanto sudah jelas ditolak oleh KPK.

“Terkait pengajuan JC yang diajukan Setya Novanto sudah kita pertimbangkan dituntutan, sudah kita sebutkan JC tidak dapat dikabulkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (14/4/2018).

Baca Juga:
Mengapa Garuda Indonesia Selalu Merugi? Ini Kata KPK

Febri mengatakan, perbuatan mantan ketua DPR tersebut dalam persidangan, tidak sesuai dengan permohonannya untuk menjadi JC. Dimana, Novnato tidak mengakui perbuatannya dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp2,3 triliun.

“Karena dasar kita, tahu dia tidak mengakui perbuatannya. Syarat JC kan buka peran pihak lain yang beri keterangan yang signifikan. Dan kita tahu itu tidak dilakukan,” katanya.

Meski begitu, KPK, kata Febri, sangat menghargai permintaan mantan ketua umum Partai Golkar tersebut. Sebab, KPK menilai dia mempunyai hak untuk menyampaikan permohonannya kepada majelis hakim.

Baca Juga:
Pengamat: Harus Ada Solusi Ekstrim untuk Berantasan Korupsi

“Bahkan dipledoi saat ini yang muncul adalah memohon JC dipertimbangkan lagi. Memang yang bersangkutan berhak membela diri. Namun kita tidak melihat pengakuan di sana dan tidak ada keterangan yang seluas-luasnya, jadi sudah ditolak,” tutup Febri.

Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK.

Selain itu, dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sekitar USD7,4 miliar dikurangi pengembalian uang Rp5 miliar yang telah diterima KPK, serta dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

Baca Juga:
6,7 Miliar DOKA 2017 Singkil Diduga Menguap, KPK Diminta Turun Ke Singkil

Jaksa meyakini USD7,3 juta dari proyek e-KTP ditujukan untuk Novanto, meskipun secara fisik uang itu tidak diterima Novanto. Keyakinan ini menurut jaksa bersumber pada kesesuaian saksi serta rekaman hasil sadapan.

Setya Novanto ditegaskan jaksa terbukti melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang jasa paket e-KTP.

Novanto disebut menyalahgunakan kesempatan dan sarana karena kedudukannya sebagai anggota DPR dan ketua Fraksi Golkar saat itu memiliki hubungan kedekatan dengan Andi Narogong. (Suara)


APA PENDAPATMU?

avatar
  Berlangganan  
Beritahu

Apa Reaksi Anda?

Takut Takut
0
Takut
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Takjub Takjub
0
Takjub
Marah Marah
0
Marah
Pilih Format Tulisan
Kuis kepribadian
Rangkaian pertanyaan yang bermaksud untuk mengungkapkan sesuatu tentang kepribadian
Kuis Ringan
Rangkaian pertanyaan dengan jawaban yang benar dan salah yang bermaksud untuk menguji pengetahuan
Jajak Pendapat
Voting untuk membuat keputusan atau menentukan opini
Artikel/Berita
Membuat tulisan berupa opini, artikel ataupun berita yang menurut kamu menarik dibaca oleh netizen
Daftar Sesuai Urutan
Listikel internet klasik
Hitung Mundur
Hitungan Internet Klasik
Urutan Daftar
Menulis daftar pilihan yang menurut kamu sendiri adalah daftar-daftar terbaik menurut versimu
Daftar Peringkat
Upvote atau downvote untuk memutuskan list daftar terbaik
Meme
Upload your own images to make custom memes