Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Kopi Meulisan Ciri Khas Kopi Woyla

HARIANACEH.co.id,Meulaboh- Kopi Khas Woyla, kini lagi ngetren. yakni Kopi Melisan yang nikmat bebas gula pasir. kopi yang diracik dengan meulisan ijuk ini nikmatnya kebangetan.

Dikutip dari tulisan Tgk Mustafa Husen Woyla, Ada satu pemandangan bersahaja di gampong Padang Djawa, Woyla, Aceh Barat, selepas salat Jumat.

Tepatnya, di depan ruko kediaman Geuchik Sin atau yang dipanggil juga Cek Sin, sapaan akrab dari pemilik nama lengkap H M Yasin Ibrahim.

Ada beberapa hal yang menginspirasi Cek Sin memantapkan amalan mulia itu antara lain.

Pertama, beranjak dari anjuran Rasulullah SAW ketika Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW.

“Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud).

Wajar sampai hari ini, budaya sedekah air minum mudah didapati di berbagai mesjid Mekkah al-Mukarramah

Hal itu wajar, karena di Arab air putih yang sangat dibutuhkan.

Nah, kalau di Aceh, air sangat mudah diperoleh.

Beranjak dari itulah Geuchik Sin dengan tanpa mengubah anjuran Rasulullah SAW tetap memilih sedakah air minum namun dalam bentuk kopi. Kopi pun bukan kopi biasa tapi kupi meulisan ie jok (manisan air aren).

Kedua, Geuchik Yasin pernah mendengar, ada dermawan bersedakah kupi rutin bakda Jum’at.

Tanpa kros-chek benar atau tidak kabar itu, baginya sudah cukup sebagai pemantik untuk beramal shalih.

Jum’at depannya, sejak tahun 2005 pasca Tsunami, Cek Sin yang baru saja melepas jabatannya dari Geuchik, memulai amal mulia itu.

Sepulang Jumatan para jamaah diundang untuk disugukan dengan “kuphi Meulisan Ie Jok (kopi Manisan Aren)” tanpa batas minimum.

Bahkan dikisah oleh Teh Lu (Melur) istri Geuchik Sin, pernah beberapa kali harus diracik ulang karena banyaknya jamaah.

Ketiga, alasan Geuchik Sin memilih gula kopi dari “Meulisan Ie Jok” bukan gula pasir, karena bagi penikmat kopi terkadang mengurungkan niat ngopi takut naik kadar gula bagi penderita diabetes.

Tersebab alasan ketiga alasan inilah, dari hari ke hari penikmat “kupi meulisan” semakin diminati.

Semoga amalan Geuchik Yasin dan Teh Lu menjadi pelepas dahaga di padang mahsyar kelak. Amin ya rab.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya