Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Pembagian Jatah Proyek Tidak Adil, Tim Relawan Irwandi Saling Cekcok

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Para pendukung Irwandi Yusuf terlibat cekcok yang cukup serius pada Sabtu (21/4/2018). Diduga peristiwa keributan kawasan Lamdom, Lueng Bata, Kota Banda Aceh antara tim tersebut dilatarbelakangi oleh pembagian jatah proyek yang tak sesuai dengan kesepakatan antara tim pendukung.

Dari informasi yang lansir dari aceHTrend, awal mula cekcok tersebut berupa keributan antara tim relawan pusat Irwandi Yusuf dengan relawan daerah. Jumlah massa yang hadir kala itu sekitar lebih kurang 60 orang. Antara lain yaitu Sofyan Daud, Ayah Merin, Din Kopassus, Abi Alek, Nek Tu dan lain-lain.

Advertisement

Advertisement

“Permasalahan yang terjadi adalah permasalahan paket yang sudah diarahkan ke setiap Kabupaten/kota yang sudah di setujui oleh Irwandi, namun dari tim pusat relawan Irwandi tidak menandatangani SK paket yang tengah dipermasalahkan,” ujar sumber dari internal relawan yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, tim relawan daerah menunggu kejelasan dari tim pusat Irwandi yang mengelola paket tersebut. Namun ketika coba diselesaikan, Sayuti Abubakar dan Tiyong yang disebut-sebut sebagai ule kudoe tim, tidak hadir.

Relawan daerah yang menunggu hingga larut malam akhirnya kehilangan kesabaran. Walau beberapa petinggi yang hadir mencoba meyakinkan tim bahwa paket akan dibagikan secara adil, tapi relawan keburu tak percaya. Akhirnya keributan antar tim pun harus terjadi.

“Pada pukul 03.00 WIB para tokoh pengelola paket tersebut tidak kunjung tiba, Sofyan Daud, Ab Alek, Ayah Merin dan Nek Tu, mengatakan permasalahan paket yang dikelola oleh tim relawan pusat untuk kabupaten/kota akan menjamin atau mengangkat permasalahan ini untuk disampaikan langsung kepada Irwandi Yusuf, dikarenakan jika terus menunggu para tokoh tersebut tidak akan datang, hp sudah dinonaktifkan, dan permasalahan tidak akan selesai,” ujar sang sumber.

Walau sempat tegang dan ribut, akhirnya pertemuan itu berakhir damai dan saling berjabat tangan, setelah kedua belah pihak menandatangani surat yang bisa menjadi pegangan kedua belah pihak. Jelang subuh kedua belah pihak membubarkan diri.[]

Berikut Video Kejadiannya:

https://www.facebook.com/teuku.raja.39566/videos/416608578801474/

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya