Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Tangis Haru Qariah Terbaik Aceh Saat Terima Bantuan Rehab Rumah

HARIANACEH.co.id, Paloh – Nazarul Azna, bersiap naik ke atas panggung ketika namanya dipanggilkan. Diiringi tembang religi “ibu” milik Rafly, pandangan tamu undangan mengarah kepada perempuan berusia 46 tahun ini. Suasananya terasa hening dan haru.

Di atas panggung, ia disambut langsung oleh Ketua pengurus Forum Silaturrahmi Alumni Pesantren Modern Misbahul Ulum (FORPMMU), Teungku Muharuddin. Ia tak lain adalah Ketua DPR Aceh. Turut juga hadir Prof. Dr. H. Hasballah Thaib selaku Ketua Pembina Yayasan, Hermansyah, M.Th, M. Hum, kandidat doktor di Hamburg Univesitity, Jerman, Irwansyah Yahya, Mb. aiT, alumni Agra University, India, Baihaki M. Yahya, S.Sos.I, MA, alumni University of Nanchang, China dan penyanyi Aceh, Joel Pase. Mereka adalah alumni Ponpes Misbahul Ulum Paloh.

Advertisement

Advertisement

“Ia terpilih sebagai penerima Alumni Award 2018 berdasarkan keputusan panitia dan pengurus FORPMMU. Adapun bantuannya adalah bantuan rehab rumah sebesar Rp 50 juta,” ujar Ketua FORPMMU, Teungku Muharuddin, Sabtu (21/4/2018).

Sosok yang akrab disapa Teungku Muhar ini mengatakan, kehadiran Nazarul Azna telah mengharumkan nama pesantren khususnya dari seni membaca Alquran. Pasalnya, atas desikasi perempuan kelahiran Langkat, 10 Februari 1972 lalu ini telah melahirkan qari dan qariah terbaik yang mengikuti berbagai ajang perlombaan. Terakhir kali ia telah mengharumkan nama Aceh sebagai juara 1 Nasional KORPRI untuk Cabang Dakwah Quran Tahun 2017 di Kalimantan Timur.

“Tanpa kehadiran beliau di PMMU maka dipastikan tidak akan ada santri dan alumni yang mampu membaca seni Alquran dan mengenal lagu bayati, shoba,nahawand, hijaz, rost, shika dan jihakha,” ujar Teungku Muharuddin.

Hal senada juga disampaikan Irwansyah Yahya. Ia telah mengabdi di Pesantren Modern Misbahul Ulum Paloh Selama 12 Tahun.  Menurutnya, perannya yang mengharumkan nama Aceh ke kancah Nasional. Begitu juga  kecintaannya terhadap pendidikan tilawatil quran menjadi acuan para panitia memberikan pilihan yang tepat baginya.

“Anugerah ini sebagai bentuk ucapan terimakasih alumni kepada guru kita yang telah mengabdi dan membimbing kami tanpa pamrih,” ujar Irwansyah Yahya.[]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya