Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Ketua DPR Aceh Hadiri Acara Silaturahmi TPA dan Pemerintah Aceh di Yogyakarta

HARIANACEH.co.id, Yogyakarta – Ketua DPR Aceh, Tengku Muharuddin menghadiri acara Reuni Alumni TPA 2018 yang mengusung tema “Silaturrahmi TPA dengan Pemerintah Aceh” di Bale Gadeng, Jalan Kartini, Yogyakarta pada Jumat (27/04/2018).

Acara tersebut turut dihadiri staf ahli Gubernur Bid. Hukum Nurdin yang mewakili Gubernur Aceh, Ketua Alumni TPA, Husaini, Kapolresta Yogyakarta serta tokoh-tokoh Aceh di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Ketua DPRA menyampaikan soal pembangunan di Aceh yang saat ini menjadi sebuah dinamika tantangan bersama, ia mengharapkan agar dapat lebih meningkatkan komunikasi antara legislatif dan eksekutif secara kelembagaan yang lebih arif dan bijaksana agar di kemudian hari terciptanya sinergitas DPR Aceh dan Eksekutif dalam program-program pembangunan yang baik dan berkesinambungan.

Pada kesempatan yang berbeda, pihak pengurus Taman Pelajar Aceh (TPA) Husaini menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan jumlah mahasiswa dan Asrama, sampai saat ini jumlah mahasiswa Aceh di Jogjakarta yang terdaftar oleh pengurus sebanyak 2500 mahasiswa.

“Ada 2500 mahasiswa yang terdaftar,” terangnya.

Husaini juga mengharapakan Pemerintah Aceh dapat memperluas dan merehabilitasi asrama-asrama mahasiswa Aceh yang ada saat ini.

Disamping itu, pengurus TPA juga mengharapkan sebuah kepastian hukum dari beberapa yang sedang berproses di Mahkamah Agung. Misalnya, Asrama Ponco, Asrama Sabena dan Asrama Merapi yang sampai saat ini belum ada kepastian hukum dan masih dalam proses permohonan kasasi di MA.

“Proses hukum yang sedang berjalan saat ini yaitu Asrama Ponco, tahapannya sudah masuk ke permohonan Kasasi ke Mahkamah Agung. Kami butuh pedampingan hukum untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dalam proses Kasasi,” jelas Husaini.

Kemudian hal senada juga disampaikan oleh Mahasiswa Aceh di Malang, diantaranya ada satu dari tiga (3) asrama yang masih belum menjadi aset Pemerintah Aceh yang saat ini statusnya masih dalam kepemilikan perorangan yaitu asrama putra yang dibeli pada tahun 2014. Pemerintah Aceh dalam hal ini belum melakukan pengalihan aset tersebut.

Seperti diketahui, Pihak asrama sudah berkali-kali menyampaikan perihal tersebut kepada Pemerintah Aceh agar segera melakukan pengalihan aset, namun pemerintahan yang saat itu dipimpin oleh Zaini Abdullah belum melakukannya.

“Diharapkan, pemerintah Aceh yang saat ini dipimpin oleh Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah segera mengambil asrama tersebut sebagai aset pemerintah, agar kepastian hukumnya jelas.”

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Aceh Muharuddin akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak eksekutif khususnya Dinas Pendapatan dan Aset melalui komisi terkait untuk melakukan kajian secara komprehensif, baik inventaris maupun status hukumnya. Diharapkan agar tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari dan menyelesaikannya secara tuntas.

“Saya akan intruksikan komisi terkait di DPR Aceh untuk segera memanggil Dinas Pendapatan dan Aset dan melakukan kajian secara komprehensif terkait inventaris Aceh dan status hukumnya,” jelas Muhar.

Pada akhir pertemuan, Ketua DPR Aceh menyebutkan bahwa sudah banyak alumni Taman Pelajar Aceh (TPA) yang sudah berhasil dan sukses dalam berbagai bidang.

“Tentu ini semestinya menjadi suatu motivasi bagi seluruh Mahasiswa Aceh, agar dapat menjadi lebih baik dan selalu menjaga nama Aceh di luar serta menjauhkan diri dari hal-hal yang kurang positif, karena kelak mahasiswalah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin Aceh di masa yang akan datang,” tutup Muharuddin.[*]

Editor: Saifullah Hayati Nur

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya