Irwandi Yusuf Sudah Wara-wiri ke Luar Negeri, Anggota DPR Aceh: Mana Investor yang Sudah Berinvestasi di Aceh?

1 min


117
252 shares, 117 poin
Bardan Sahidi, Anggota Komisi III DPR Aceh Bidang Keuangan dan Investasi
Bardan Sahidi, Anggota Komisi III DPR Aceh Bidang Keuangan dan Investasi. FOTO/HAI/ipuL Hayat

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Bardan Sahidi, Anggota Komisi III DPR Aceh Bidang Keuangan dan Investasi ini mempertanyakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf jumlah investor yang sudah berhasil dilobi untuk berinvestasi di Aceh.

Bardan menilai, sejak enam bulan lalu Irwandi wara-wiri ke luar negeri bersama Badan Investasi dan Promosi (Baimprom) Aceh untuk melobi investor namun hingga hari ini upaya tersebut belum menuai hasil seperti yang digadang-gadangkan orang nomor satu di Aceh itu.

Bardan Sahidi mempertanyakan investor mana yang sudah tandatangan kontrak dan MoU dengan Pemerintah Aceh, dan Investasi mana yang sudah berjalan di Aceh.

“Dari gubernur yang sudah wara-wiri mana yang sudah mendatangkan investasi ke Aceh? mana? Kita boleh cek bareng-bareng lah ke Baimprom Aceh,” katanya pada Minggu (30/5/2018).

Menurutnya, Irwandi Yusuf harus memperlihatkan kepada rakyat Aceh hasil dari lobi investornya ke luar negeri agar masyarakat tahu berapa banyak sudah investasi yang berhasil digaet masuk ke Aceh.

“Kasih tunjuk sama kita, jangan hanya di baliho, jangan tiba-tiba kita tahu sudah selfi di luar negeri apa hasil yang sudah didatangkan ke Aceh, ” kritiknya.

Aceh memiliki Pelabuhan Krueng Geukuh untuk melakukan ekspor komoditi Aceh ke luar negeri, namun pelabuhan tersebut dinilai Bardan tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Mestinya, kata Bardan, Irwandi memikirkan bagaimana caranya agar pelabuhan tersebut bisa menjadi pusat ekspor – impor yang bisa mendatang keuntungan untuk Aceh, sehingga pengusaha-pengusaha di Aceh tidak lagi harus mengekspor melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

“Saya jual kopi itu 16 ton lagi tidak bisa keluar, keluarnya bukan dari pelabuhan Aceh, Investasi mana yang mau didatangkan ke Aceh, keluarnya lewat Belawan bukan lewat Pelabuhan Krueng Geukuh. Jadi nggak usah omong kosong,” katanya.

LPemerintah Aceh tawarkan hasil perut bumi Aceh ke investor agar mau berinvetasi di Aceh, sementara untuk Perusahaan Semen Laweung di Pidie saja bisa gagal, KEK Arun Lhokseumawe tidak jalan.

Untuk itu dia menyarankan, tidak perlu harus korek-korek perut bumi, karena yang dipermukaan bumi saja masih banyak untuk bisa dijual ke luar dan mendatangkan untung untuk Aceh.

“Itu Kakao di Pidie Jaya nggak bisa dijual, kentang dari Bener Meriah itu bertumpuk jadi sampah, kopi di dataran tinggi Gayo juga tidak bisa diekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. Hal-hal seperti ini harus diurus pemerintah bukan ngurusin khalwat, bukan ngurusin hukuman cambuk dan sebagainya, yang diurusin bendera, himne. Lucu,” pungkasnya.[]


Bagikan ke teman anda!

117
252 shares, 117 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
24
Suka
Takjub Takjub
21
Takjub
Kaget Kaget
18
Kaget
Takut Takut
16
Takut
Lucu Lucu
13
Lucu
Sedih Sedih
8
Sedih
Marah Marah
5
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns