Flower Aceh beri penghargaan kepada Keluarga Peduli Hak Kesehatan Reproduksi di 3 wilayah Aceh

3 min


102
22 shares, 102 poin
FOTO/Istimewa
FOTO/Istimewa

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Sabri Badruddin ST mengingatkan semua pihak tentang peran strategis keluarga dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan
nasional yang diamanatkan dalam UUD 1945.

“Pembangunan nasional sesuai dengan UUD 1945 bertujuan untuk melindungi segenap bangsa
indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi. Untuk mewujudkan tujuan strategis ini negara harus di isi oleh orang-orang
berkualitas, cerdas dan berintegritas, dan yang utama negara harus melahirkan kelurga-keluarga
dan generasi-generasi baru yang lebih cerdas”, katanya dalam kegiatan diskusi publik yang
dirangkai dengan kegiatan penganugerahan keluarga peduli hak kesehatan seksual dan
reproduksi (HKSR) di Kota Band Aceh dengan tema “peran strategis keluarga dalam pemenuhan
HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan”.pada hari Senin (14/05/2018).

Terkait komitmen DPRK terhadap pemenuhan HKSR di Kota Banda Aceh, Sabri menjelaskan,
“DPRK Kota Banda Aceh menempatkan kesehatan reproduksi sebagai isu prioritas, ini bisa
tercermin dari lahirnya kebijakan dan anggaran yang mendukung upaya pemenuhan hak-hak
kesehatan masyarakat di Kota Banda Aceh, diantaranya kita memiliki Qanun KIBBLA nomor 17
yang disahkan pada tahun 2011, dan beberapa kebijakan lainnya, serta alokasi anggaran
kesehatan yang memadai”.

Upaya yang sama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Banda Aceh juga
disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Dr Warqah Helmi.

“Persolan kesehatan reproduksi masih terjadi di Banda Aceh, pemerintah sudah terus berupaya
mengantisipasi dengan berbagi kebijakan untuk menuju Kota Banda Aceh sehat. Semua pihak
diharapkan bisa saling mendukung untuk mewujudkan Banda Aceh sehat, mulai dari
pemerintahan, kelompok perempuan dan kelompok laki-laki harus saling bekerjasama agar bisa
menciptakan keluarga sehat dan sejahtera”, jelasnya.

Direktur Flower Aceh, Riswati menyebutkan penyelenggaraan penganugerahan keluarga peduli
HKSR yang dirangkai dengan diskusi publik dilaksanakan di 3 kabupaten/kota meliputi,
kabupaten Pidie pada 26 April 2018, kabupaten Aceh Utara pada 10 Mei 2018, dan Kota Banda
Aceh pada 14 Mei 2018. Penganugerahan ini sebagai bentuk penghargaan kepada keluarga yang
telah menjalankan fungsi strategisnya untuk mengembangkan upaya-upaya pemenuhan HKSR
dan peningkatan kualitas kesehatan dalam keluarga

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemenuhan HKSR dan
peningkatan kualitas kesehatan keluarga di 3 kabupaten/kota, meningkatkan kesadaran dan
tanggungjawab negara (Pemerintahan Aceh) untuk memberikan pengakuan terhadap keluarga
yang telah mendukung pemenuhan HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Serta
yang terpenting dapat memperkuat kepedulian semua pihak dan menginspirasi pihak-pihak
lainnya untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian dari pemenuhan hak-hak perempuan dan
HKSR, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga”.

Riswati juga mengatakan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini mengingat peran strategis
keluarga sebagai pilar utama untuk menciptakan generasi tangguh yang memperkokoh
keberlangsungan daerah. Keberadaannya yang mendukung perubahan positif bagi daerah harus
mendapatkan apresiasi.

“Kami menilai, pemberian penghargaan kepada keluarga yang memiliki kepedulian dan tindakan
positif mendukung pemenuhan HKSR harus dilakukan karena dapat meningkatkan perlindungan
dan pemenuhan hak perempuan dan anak. Tindakan positif yang dilakukan oleh keluarga dalam
rangka pemenuhan HKSR merupakan aksi nyata untuk menghindarkan anggotanya dari
kerentanan di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, akses layanan, ketidakadilan dan

diskriminasi dalam masyarakat. Keberadaan keluarga peduli HKSR ini dapat menjadi pelopor
dan tauladan bagi masyarakat lainnya”.

Mewakili Tim Juri, Kabid Kesehatan Kota Banda Aceh, Dr. Quratul Aini, menjelaskan kriteria
dan tahapan dapam proses penentuan peenerima penghargaan keluarga peduli HKSR kota Banda
Aceh Tahuun 2018.

“Keluarga yang mengikuti ajang penghargaan ini harus memenuhi beberapa kriteria yang telah
ditentukan oleh pihak penyelenggara dan tim juri, diantaranya yang paling utama memahami dan
mengahargai HKSR, menjalankan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan keluarga,
adanya kemitraan suami dan istri dalam menjalankan rumah tanggan, serta dicalonkan oleh
masyarakat setempat. Adapun proses seleksinya dilakukan 3 tahap: pertama pengusulan oleh
komunitas, verifikasi data nominator, dan penjurian partisipatif yang dilakukan secara terbuka oleh tim
juri dan disaksikan oleh masyarakat”.

Tim juri memutuskan 6 nama sebagai penerima penghargaan keluarga peduli HKSR Kota Banda
Aceh, secara berurut, penerima penghargaan pertama diperoleh oleh keluarga Zulkarnaini-Dana
Wahyuni dari Desa Alue Deah Tengoh. Penerima penghargaan ke-2, diperoleh keluarga M
Shalihin-Karmila, dan juara ke-3 diperoleh keluarga Rasyidah-suami.


Bagikan ke teman anda!

102
22 shares, 102 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
21
Suka
Takjub Takjub
18
Takjub
Kaget Kaget
16
Kaget
Takut Takut
13
Takut
Lucu Lucu
10
Lucu
Sedih Sedih
5
Sedih
Marah Marah
2
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns