HARIAN ACEH INDONESIA

Fee Sebesar 14 Miliar Disebut-sebut ikut Diterima Irwandi Yusuf pada Korupsi Dermaga CT 3 Sabang

2 min


103
688 shares, 103 poin
Fee Sebesar 14 Miliar Disebut-sebut ikut Diterima Irwandi Yusuf pada Korupsi Dermaga CT 3 Sabang
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. FOTO/Istimewa

HARIANACEH.co.id – Dalam kasus korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar CT 3 Sabang dengan terdakwa Ruslan Abdul Gani yang merupakan mantan Kepala Badan pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) periode 2010-2011 menyebut-nyebut nama orang nomor satu di Aceh, Irwandi Yusuf.

Pengadilan Tinggi Pidana Korupsi Jakarta Pusat dengan nomor putusan 59/PID.SUS/TPK/2016/PN.JKT.PST menyebutkan nama Irwandi Yusuf ikut menerima fee sebesar 14 miliar lebih dengan nominal rincian sebesar 14,069. 375.000 miliar rupiah.

Akibat beredarnya screenshot isi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta melalui Whatsapp pada Sabtu (27/5/2018), membuat sontak Informasi ini kembali mencuat ke publik.

Ruslan Abdul Gani yang juga mantan Bupati Bener Meriah disebutkan dalam risalah putusan tersebut telah menerima komitmen fee secara bertahap dengan total uang sebesar Rp5.360.875.500 untuk pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang tahun anggaran 2011.

Risalah putusan itu juga menyebutkan, uang haram tersebut diserahkan oleh Said Sabir di Kantor BPKS, tepatnya di kantor tim likuidasi BRR Banda Aceh dan di rumah terdakwa di Banda Aceh.

Advertisements

Dalam risalah putusan itu, Komitmen fee juga turut diberikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf sebesar Rp14 miliar lebih yang diserahkan secara bertahap melalui Izil Azhar di rumah Izil di dekat bekas terminal Seutuy Banda Aceh.

Ruslan selain turut memperkaya diri juga memperkaya orang lain dan korporasi. Mereka di antaranya Heru Sulaksono sebesar Rp 19.888.234.297, Sabir Said sebesar Rp 3.821.270.000, Ramadhani Ismy sebesar Rp 470.000.000, Ananta Sofwan sebesar Rp 250.000.000. kepada pihak-pihak yang terkait dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebesar Rp 9.250.000.000, kepada pihak-pihak lainnya sebesar Rp 26.315.245.927 serta kepada PT Nindya Karya sebesar Rp15.512.493.663 dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 21.079.429.044.

Dari total Rp263.800.000.000 dana proyek tersebut, yang benar-benar digunakan oleh Nindya Karya JO untuk melaksanakan pekerjaan (biaya riil) hanya sebesar Rp147.461.842.807,00. Yang digunakan untuk membeli material ke supplier dan pembayaran subkontraktor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lewat proses panjang, akhirnya Nindya Sejati Jo dimenangkan untuk mengerjakan pembangunan Dermaga Bongkar Sabang (lanjutan) TA 2011 dengan penawaran Rp262.765.300. Selanjutnya ditandatangani kontrak kerjasama yang dihadiri Ruslan, Ananta Sofwan, Muhammad Taufik Reza dan Direksi PT Nindya Karya.

Advertisements

“Bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan, Nindya Sejati Jo sama sekali tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam kontrak. Nindya Sejati Jo mengalihkan (men-subkontrak) seluruh pekerjaan utama kepada perusahaan lain yaitu PT Budi Perkasa Alam, PT Mitra Mandala Jaya, PT Kemenangan, dan untuk pengadaan Panel Beton Pracetak dari PT Wika Beton,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Kiki Ahmad Yani membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016), seperti yang dikutip dari Okezone.com.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Membantah

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, seperti dilansir aceHTrend.co pada Senin dinihari (28/5/2018) melalui Jurubicara Wiratmadinata menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima apapun dari siapapun terkait urusan proyek BPKS yang disebut-sebut itu.

“Beliau menegaskan: Tidak menerima apapun dari siapapun,” ujar Wiratmadinata.

Dalam kesempatan itu, Wira juga mengatakan, masalah Irwandi disebut-sebut di dalam buku catatan keuangan Nindya karya, Irwandi juga tidak mengerti, menurutnya hal itu adalah urusan Nindya sendiri, yang pasti dirinya merasa tidak terkait dengan dirinya.

“Di situ juga ada nama-nama orang penting lain juga, cuma jaksa tidak sebut nama, hanya disebut pihak-pihak lainnya yang ikut menerima sebanyak 23 miliar lebih,” kata Wira mengukang penjelasan Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh melalui Wira juga menjelaskan, jika aliran dana itu mengalir kepada dirinya, sudah lama ia akan kena. Selain itu dalam amar putusan hakim terhadap Ruslan Abdul Gani jelas tertulis pernyataan yang bersangkutan bahwa tidak pernah ada permintaan uang dari Irwandi Yusuf.

“Menurut Pak Irwandi, jika aliran dana itu masuk kepada dirinya, maka tentulah ia sudah lama kena. Bapak Gubernur menegaskan: Kalau aliran dana itu masuk ke saya, sudah lama saya kena. Pak Gubernur juga menegaskan bahwa; Dalam amar putusan hakim terhadap Ruslan Abdul Gani di situ jelas tertulis pernyataannya tidak pernah ada permintaan uang dari saya”, ucap Irwandi Yusuf yang diulang oleh Wiratmadinata.[]

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

103
688 shares, 103 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
1
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns