Kini Giliran MaTA Sebut Ada Sembilan Oknum DPR Aceh Diduga Korupsi Dana Beasiswa Tahun 2017

Sebelumnya, Askhalani, SHI, Koordinator GeRAK Aceh dalam keterangannya pada Selasa (12/6/2018) menyebutkan data awal berdasarkan hasil temuan1 min


98
183 shares, 98 poin
Kini Giliran MaTA Sebut Ada Sembilan Oknum DPR Aceh Diduga Korupsi Dana Beasiswa Tahun 2017

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Sebelumnya, Askhalani, SHI, Koordinator GeRAK Aceh dalam keterangannya pada Selasa (12/6/2018) menyebutkan data awal berdasarkan hasil temuan inspektorat ada lima oknum DPR Aceh yang diduga telah melakukan pungutan liar dari dana beasiswa yang disalurkan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 2017 untuk 803 Mahasiswa di Aceh.

Kini giliran Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) yang mempublikasikan data baru. Dalam publikasi tersebut, MaTA menyebutkan dari 24 orang anggota DPR Aceh yang memberikan bantuan dana pendidikan (beasiswa) melalui BPSDM Aceh tahun 2017, sembilan di antaranya diduga melakukan praktek korupsi terhadap dana beasiswa tersebut.

Alfian, Koordinator MaTA
Alfian, Koordinator MaTA. FOTO/Istimewa

Pada Kamis (13/6/2018) lalu, Koordinator MaTA Alfian dalam keterangan tertulisnya menyebutkan ada sembilan nama anggota DPR Aceh yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan pendidikan BPSDM 2017 yang tertera dalam dokumen hasil Pemeriksaan Bantuan Pendidikan Pemerintah Aceh Tahun 2017 tertanggal 13 April 2018 yang disampaikan Inspektorat Aceh kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Advertisements

Dalam dokumen hasil pemeriksaan tersebut menyebutkan nama-nama oknum Anggota DPR dengan inisial sebagai berikut; IU (Partai Aceh), MS (Partai Golkar), DS (Partai Nanggroe Aceh), R (Partai Aceh), Ir HTH (Partai Demokrat), M (Partai Persatuan Pembangunan), JH (Partai Demokrat), YH (Partai Aceh) dan A (Partai Golkar).

“Kami memonitor perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh Polda Aceh tentang dugaan kickback dana beasiswa, artinya kalau Polda serius kita mendukung penuh proses lidik yang sedang berlangsung, tapi kalau kasus ini mangkrak dan tidak ada kepastian hukum secara menyeluruh terhadap pelaku, maka kita melaporkan secara resmi ke KPK,” kata Alfian.

Ia menambahkan, kata dia, pengungkapan secara menyeluruh bukan hanya pada oknum yang terlibat akan tetapi penyidik juga penting memastikan apakah aliran dana tersebut masuk ke partai politik atau tidak. Bagi MaTA dalam kasus ini bukan hanya melihat pada pelaku akan tetapi uang hasil korupsi tersebut juga tidak dijadikan pemasukan partai. Kalau ini terjadi sangat bahaya dan ini kasus serius yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak yang peduli pada antikorupsi demi Aceh lebih baik.

Advertisements

“Juga harus ditelusuri apakah hasil korupsi tersebut juga mengalir ke partai masing-masing atau tidak. Jikalau itu terjadi, berarti sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh elemen,” tegasnya.[]

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

98
183 shares, 98 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
1
Suka
Takjub Takjub
1
Takjub
Kaget Kaget
2
Kaget
Takut Takut
2
Takut
Lucu Lucu
3
Lucu
Sedih Sedih
2
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns