.

Presiden PEMA UNSAM: Isu Judi Online di Kota Langsa Upaya Meredam Kasus Korupsi Beasiswa

4 min


95
202 shares, 95 poin
Presiden PEMA UNSAM, Syahrul (kiri), Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi (kanan). FOTO/HAI/Editorial
Presiden PEMA UNSAM, Syahrul (kiri), Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi (kanan). FOTO/HAI/Editorial

HARIANACEH.co.id, Langsa – Presiden Pemerintahan Mahasiswa Universitas Samudera (PEMA UNSAM), Syahrul sangat mengapresiasi dan mendukung sikap yang diusung oleh salah seorang Anggota DPR Aceh asal dapil Kota Langsa dan Aceh Tamiang, Asrizal H Asnawi tentang pemberantasan Judi online yang menurut wakil rakyat itu, Judi Online sangat massif terjadi di Kota Langsa di akhir bulan Ramadhan jelang Hari Raya Idul Fitri sampai hari ini ditambah lagi dengan hadirnya Piala Dunia Rusia 2018. Hal tersebut ia sampaikan kepada HARIANACEH.co.id pada Sabtu Pagi (23/6/2018) melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi Harian Aceh Indonesia.

“Saya sekaligus mewakili PEMA UNSAM sebenarnya sangat mengapresiasi dan mendukung atas tindakan salah satu anggota DPRA, Asrizal H Asnawi terkait pengungkapan praktik judi online. Namun, saya ragu apakah ini benar-benar dorongan hati dari anggota dewan itu atau hanya sebatas ingin mendongkrak elektabilitasnya semata, karena kita semua tahu, pemilu legislatif itu hanya tinggal kurang setahun, artinya saat ini adalah tahun politik.”

Ia juga menilai, upaya yang dilakukan Anggota DPR Aceh itu hanyalah sebatas seremonial sebagai pembangkit perhatian massa terhadap dirinya, Syahrul juga menduga kalau Anggota DPR Aceh satu ini “Latah” dan takut tidak bisa mampu meraih massa untuk melenggangkannya kembali di kursi parlemen.

“Kasus judi atau judi online ini bukan kasus baru, permainan keji yang dilarang dalam Al Qur’an ini sudah ada sejak 1400 tahun lalu, berbaur dengan teknologi maka menjadilah judi online, jadi si dewan itu latah sebenarnya, ditambah lagi momen Piala Dunia 2018, lantas ia mencari-cari isu dan isu itu jadi dagangannya saat ini untuk menyambut Pemilu 2019. Jadi, kerjanya apa selama 4 (empat) tahun terakhir ini?, kan bisa angkat isu lain, soal dugĂ an korupsi dana bantuan beasiswa bagaimana kelanjutannya? ” pungkasnya kepada HARIANACEH.co.id.

Syahrul juga menambahkan, kata dia, Anggota DPR Aceh di Propinsi bukan hanya Asrizal H Asnawi saja, seharusnya ia harus mampu berkoordinasi dengan kolega-koleganya di parlemen terkait pengungkapan dan pemberantasan judi online. Sambungnya lagi, jangan Single Fighter seperti itu yang seolah-olah akan memberikan kesan bahwa koleganya yang lain di DPR Aceh tidak perhatian terhadap isu yang dibangunnya. ia bisa berkoordinasi dengan mitranya seperti Dinas Syariah Islam di Propinsi.

“Yang duduk di DPR Aceh dan berasal dari dapil Kota Langsa dan Aceh Tamiang itukan ada 7 (tujuh) orang, kenapa ia tidak berkoordinasi dengan kolega-koleganya yang 6 (enam) orang lainnya jika ia perihatin terhadap isu maraknya perjudian online di Kota Langsa, kan itu ada Zulfikar ZB Lindan (Nasdem), Tgk. Mahkyaruddin Yusuf (PKS), ada Wan Iskandar (Golkar), ada Jamaluddin Muku (Demokrat), ada Nurzahri (PA) dan ada Rusli (PA), ditambah lagi ada Dinas Syariah di Propinsi dan Kota Langsa ditambah juga pihak Kepolisian, seharusnya mereka bertujuh itu berkoordinasi, jangan Single Fighter gitu dong sendirian di Kota Langsa, kalau begini caranya, ya sah-sah saja warga kota Langsa, mahasiswa menilai ia sedang cari panggung buat menjual dagangannya, ya kan?”, tanya Syahrul kepada HARIANACEH.co.id.

Syahrul juga sependapat dengan pandangan dan tanggapan yang diutarakan Walikota Langsa pada pemberitaan sebelumnya yang dimuat di HARIANACEH.co.id tertanggal 21 Juni 2018. Ungkapnya lagi, ia yakin suasana Kota Langsa sejauh ini aman dan sangat kondusif menurut amatannya, meskipun ada Piala Dunia Rusia 2018.

“Kesal rasanya. Gara-gara isu ini, terkesan kota Langsa ini kota pusatnya perjudian online di Aceh, inikan ulah pencemaran nama baik Kota Langsa dan tindakan yang mengecewakan sekali,” keluh Syahrul.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya akibat isu judi online ini membuat tercoreng nama baik Kota Langsa yang selama ini dibangun dengan susah payah.

“Sebagai putra daerah kota Langsa, saya merasa malu dan merasa tercoreng nama baik kampung halaman saya ini. Bagi orang-orang yang telah merusaknya agar segera meminta maaf kepada publik.”

Ia berharap serta menghimbau kepada siapapun baik warga kota, mahasiswa dan muda-mudi agar jangan terpancing dengan isu-isu yang telah dibuat ini yang justru membuat warga kota Langsa jadi resah.

“Sejauh ini, kota Langsa itu aman dan kondusif. Jadi, tolong jangan bikin onar sampai meresahkan warga kota Langsa dan sekitarnya dengan isu-isu murahan itu. Saya tahu, ini tahun politik, tapi mari kita hormati dan jaga bersama suasana kota Langsa yang sudah kondusif ini dengan baik. Lagi pula ada pak Walikota dan Wakilnya yang akan memantau dan memperhatikan keadaan-keadaan yang berlangsung setiap saat di Kota Langsa ini. Ada Dinas Syariah (WH), ada Kepolisian Resor Kota Langsa, kita percayakan tugas penegakan hukum kepada mereka dan diharapkan pula keterlibatan warga kota untuk melaporkan langsung jika ditemukan di warnet-warnet yang sedang melakukan judi online.”

Skandal Korupsi Dana Beasiswa 2017

Terkait pembegalan yang diduga dilakukan oleh segelintir oknum Anggota DPR Aceh, Syahrul lebih tertarik untuk mengulas perihal ini. Kata dia, kasus pembegalan dana beasiswa tahun 2017 adalah skandal korupsi yang semestinya menjadi pelajaran bagi setiap oknum DPR Aceh. Skandal korupsi ini menjadi perhatian warga Aceh, khususnya kota Langsa.

Menurutnya, mahasiswa telah menjadi korban. Oknum DPR Aceh telah memanfaatkan keberadaan Mahasiswa untuk mencuri uang rakyat dengan modus operandi yang sangat licik. Pasalnya, dana bantuan beasiswa yang diterima mahasiswa tidak seberapa dibandingkan jumlah uang yang ditarik kembali oleh oknum-oknum DPR Aceh tersebut ke rekening mereka melalui perantara. Dan malangnya lagi, hal tersebut sebagian dilakukan di Kompleks Perumahan Dinas DPR Aceh di Banda Aceh.

“Inikan maling teriak maling, tega sekali oknum-oknum Anggota DPR Aceh itu membegal dana beasiswa yang telah disalurkan kepada mahasiswa yang semestinya penuh menjadi milik mahasiswa, seharusnya Arizal H Asnawi sebagai anggota DPR Aceh yang terhormat dan mudah-mudahan tidak terlibat dalam kasus skandal itu harus fokus ke situasi kasus ini, itu kolega-koleganya semua yang oknum-oknum itu, seharusnya ia harus mampu mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas skandal korupsi ini, itukan yang jadi korban mahasiswa jangan malah mengalihkan isu dengan isu-isu murahan seperti judi online, apa-apaan ini?, Kemana moralnya mereka itu semua?,” tegas Ketua Pemerintahan Mahasiswa Universitas Samudera ini.

Syahrul justru menilai, dugaannya makin kuat dengan sikap dingin sebagian Anggota-anggota DPR Aceh yang dimunculkan saat ini. Ada oknum-oknum Anggota DPR Aceh yang sudah disebut-sebut berungkali di media dengan nama inisial beserta partainya, namun mereka diam seribu bahasa. Dan ada juga yang diduga bukan oknum, namun berupaya keras untuk mengalihkan isu sampai ke isu Judi Online.

“Lama-lama saya tambah yakin, itu yang sudah diduga terlibat pembegalan dana beasiswa sampai saat ini mereka-mereka belum diproses, kemudian tiba-tiba muncul isu Judi Online. Kalau ini bukan salah satu upaya pengalihan isu, apa dong namanya?. Kita ini warga kota Langsa tidak bodoh-bodoh kalilah, sampai harus dikecoh seperti itu, inikan juga salah satu upaya memperolok-olok dan mempermainkan nalar berpikir kita, dikhawatirkan dan diduga malah justru ada persengkokolan antara oknum dan Anggota DPR Aceh itu sendiri,” sesal Syahrul tambah yakin.

Di akhir tanggapannya terkait Isu judi online dan Skandal korupsi dana beasiswa, Presiden Pemerintahan Mahasiswa Universitas Samudera ini meminta dan berharap kepada seluruh warga Aceh dan tentunya Anggota DPR Aceh itu sendiri untuk terus konsisten mengawal kasus skandal korupsi ini sampai ke meja hijau dan bagi pihak kepolisian untuk terus berkerja keras menuntaskan berbagai persoalan yang di hadapi di Bumi Serambi Mekkah ini tanpa membedakan status, jabatan dalam penegakan hukum.[]

0/5 (0 Reviews)

Komentar


Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
1
Suka
Takjub Takjub
4
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
1
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Gif
GIF format