Jawab AAA, Cut Meutia: OTT Irwandi Yusuf Sama Sekali Tidak Mencederai Perdamaian Aceh

1 min


91
1.3k shares, 91 poin
Cut Meutia
Politisi Perempuan Partai Aceh, Cut Meutia yang Kerap disapa Farah. FOTO/HAI/Ichsan Nanda

HARIANACEH.co.id, Lhokseumawe – Cut Meutia, Politisi Perempuan Partai Aceh menganggap pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Lembaga Australia Achehnesse Association (AAA) di media HARIANACEH.co.id tertanggal 5 Juli 2018 yang mengatakan bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf mencederai Perdamaian Aceh sangatlah berlebihan. Hal itu ia sampaikan kepada wartawan Harian Aceh Indonesia di Kota Lhokseumawe, Sabtu (7/7/2018).

Baca jugaAAA: KPK Terkesan Sangat Gegabah Menangkap Gubernur Aceh, Ada Apa?

Cut Meutia menerangkan, yang dikatakan mencederai perdamaian Aceh bukan di saat para penyelenggara pemerintahan ditangkap karena korup, melainkan tidak ditangkap meskipun sudah korup.

Ia menambahkan, suksesnya perdamaian Aceh, jangan hanya dilihat dari tidak adanya ledakan senjata, tetapi harus juga dilihat dari sejauh mana pejabat Aceh mampu menjalankan pemerintah yang bersih dan baik, jauh dari praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

“Memang benar kasus gubernur irwandi belum final, kita belum tahu apakah gubernur Irwandi bersalah atau tidak, yang pasti rakyat Aceh harus berterima kasih atas tindakan KPK yang sudah berani datang ke Aceh untuk melakukan pembersihan atas pelaku tindak pidana korupsi oleh para pelaku yang terlibat,” kata Cut Mutia yang kerap disapa Farah.

Advertisements

Lanjut Farah, ia berharap, semoga KPK tidak hanya berhenti pada kasus OTT Irwandi Yusuf dan tiga tersangka lainnya saja, rakyat Aceh sangat berharap Aceh bebas dari praktek KKN, sehingga pembangunan yang berpihak kepada rakyat dapat berjalan dengan normal tanpa adanya jatah fee untuk si fulan dan si fulin.

“Lagian Aceh daerah yang  menjalankan syariat islam, sudah sepatutnya wajib bagi pejabat Aceh bersih dari praktek ambil fee atau cok jatah (baca: ambil jatah, -red) dari uang negara yang diperuntukkan untuk kepentingan rakyat, karena hal tersebut sangat bertentangan dengan Al Quran dan Hadist,” jelasnya kepada HARIANACEH.co.id Sabtu petang (07/07/2018).

Menurutnya, mendukung KPK bukan berarti masyarakat Aceh tidak perihatin atas bencana yang menimpa gubernur pilihan rakyat tersebut, tetapi sudah menjadi kewajiban selaku umat Muhammad untuk menjalankan Amal Ma’ruf, Nahi Mungkar.[]

Editor: Saifullah Hayati Nur

Advertisements
Advertisements

Bagikan ke teman anda!

91
1.3k shares, 91 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
7
Suka
Takjub Takjub
6
Takjub
Kaget Kaget
5
Kaget
Takut Takut
3
Takut
Lucu Lucu
2
Lucu
Sedih Sedih
5
Sedih
Marah Marah
4
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns