Bagaimana Nasib Aceh Marathon Pasca KPK Obok-obok Dispora?

Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh digeledah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 1 min


65
26 shares, 65 poin
Bagaimana Nasib Aceh Marathon Pasca KPK Obok-obok Dispora?
Baliho Steffy Burase di Kantor Pemerintahan Aceh. FOTO/Detikcom/Agus

Banda Aceh – Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh digeledah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK berhasil menyita barang bukti elektronik dari lokasi tersebut. Lalu bagaimana nasib Aceh Marathon 2018 setelah kantor tersebut diobok-obok KPK?

“Saya belum tahu. Pasca pemeriksaan di kantor Dispora saya belum dapat arahan apa pun dari pimpinan,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Rahmat, saat ditanyai wartawan, Rabu (11/7/2018).

Penggeledahan di Kantor Dispora Aceh dilakukan pada Selasa 10 Juli kemarin sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.25 WIB. Proses penggeledahan dikawal oleh personel Brimob. Saat keluar, penyidik KPK membawa keluar koper dan satu unit kardus.

Advertisements

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, dari hasil penggedelahan tersebut, penyidik menyita barang bukti elektronik. Barang bukti ini untuk memperkuat perkara yang sedang ditangani.

“Dari penggeledahan di Dispora disita barang bukti elektronik. Penyidik memandang sejumlah bukti baru ini akan memperkuat perkara yang sedang ditangani,” kata Febri.

“Penggeledahan dilakukan di Dinas PUPR dan Dispora Aceh. Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Advertisements

Pelaksanaan Aceh Marathon 2018 memang salah satu sumber dananya dari Dispora Aceh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Darmansah, sebelumnya mengatakan, pihaknya menyiapkan uang sebesar Rp3 miliar sebagai hadiah.

“Hadiahnya di Dispora sebesar Rp3 miliar untuk semua kategori. Ada empat kategori,” kata Darmansah, Jumat 6 Juli 2018 lalu.

“Dispora tidak mengeluarkan uang tanpa ada prosedur. Di dispora itu ada beberapa biaya tapi tidak ada tender, semua PL (penunjukan langsung) karena biayanya tidak sampai Rp200 juta seperti cetak spanduk,” ungkapnya.

Advertisements

Dana untuk menggelar event bertaraf internasional bersumber dari Dispora Aceh, BPKS Sabang, dan Dispora Sabang. Untuk pembelian medali dan baju, ditender oleh pihak BPKS. Menurut Darmansah, persiapan di Dispora Aceh hingga saat ini sudah 80 persen.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait setoran Bupati Bener Meriah sebagai ijon proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus (Otsus). Duit suap Rp500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

“Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).[]

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

65
26 shares, 65 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns