Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Ingin Sejahterakan Kaum Perempuan Tamiang, Partai Golkar Siapkan Nurliza Menuju DPRK Aceh Tamiang

SOSOK wanita Aceh Tamiang berlusung pipi ini, Nurliza namanya. Sejak Juli 2018, Partai Golkar mengusungnya untuk berlaga di Pemilihan Legislatif 2019 serentak yang ditargetkan dapat memperoleh kursi di DPRK Aceh Tamiang.

Dirinya diusung oleh Partai Golkar di daerah pemilihan (Dapil) 2 Kecamatan Manyak Payed, Bendahara, Seruway dan Banda Mulia, kawasan ini cukup akrab sama Liza, begitu panggilan kesehariannya. Liza dikenal sebagai seorang Istri Datok (baca: kepala desa, -red).

Tentu, bagi Nurliza menjadi calon legislator bukan perkara mudah, karena persaingan sangat ketat, namun Liza yakin niatnya untuk mewakili rakyat, mengusung aspirasi masyarakat di dapil 2 di empat Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang sudah bulat, kuat dan mantap. Sehingga kekuatan pikiran cerdas dan gagasan kreatif menjadi hal utama yang ia lekatkan pada dirinya.

“Sangat sulit menemukan sosok Ibu rumah tangga yang berani dan siap mewakili rakyat dengan pemikiran cerdas dan gagasan yang kreatif,” kata Nurliza kepada HARIANACEH.co.id saat ditanyai di warkop Manyak Payed yang berdekatan dengan Kantor DPC Partai Golkar beberapa waktu lalu.

Kata Liza meyakinkan, dia akan berkerja keras, dan bila diizinkan Allah, Ibu rumah tangga kelahiran Desa Tanjung Keramat Kecamatan Banda Mulia, AcehTamiang 27 Juli 1988 ini akan memperjuangkan nasib wanita untuk tanah kelahirannya di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya siap memperjuangkan kaum wanita dan ibu rumah tangga untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan saya akan berusaha maksimal untuk membangun kesehatan yang lebih pro anak dan ibu, saya akan terus berupaya membangun ekonomi untuk kaum ibu rumah tangga,” katanya sambil meyakinkan HARIANACEH.co.id.

Saat ini, istri pekerja swasta yang mengelola pertanian dan usaha mobil rental ini terus membangun kekuatan untuk bisa melaju ke kursi parlemen. Tekad menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat di bidang pemberdayaan perempuan, pertanian, perikanan, UKM, Seni dan Budaya serta pelestarian lingkungan hidup merupakan misi utama yang akan ia jalankan. Liza sangat paham betul kondisi daerahnya, wajar saja karena Liza dibesarkan di lingkungan yang menjadi daerah pemilihannya.

“Bila kita bekerja bersama Rakyat dan untuk Rakyat dengan baik, maka semuanya tentu bisa berjalan baik pula. Rakyat butuh anggota legislatif yang lahir dari daerahnya dan sudah tentu akan memahami berbagai kesulitan dalam masyarakat,” ujar Ibu tiga anak ini.

Sejak kecil Liza sangat erat dan dekat dengan lingkunganya. Ia lulus Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yaspendi Sungai Yu, Aceh Tamiang di tahun 2006. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Kampus IAIN Langsa. Hukum Islam menjadi pilihan jurusannya saat itu. Selama menyelesaikan pendidikan perkuliahannya, Liza aktif bergabung dengan organisasi intra kampus dan ia juga anggota Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) STAIN Langsa kala itu. Usai menyelesaikan S1 yang lulus di tahun 2011, Liza juga aktif bergabung dalam Korps Alumni IAIN Zawiyah Cot kala (KOPAZKA) dan aktif juga di Forum Ikatan Lintas Alumni IAIN Langsa.

Caleg Partai Golkar yang dinikahi Wilda Mukhlis ini memiliki tiga buah hati, di antaranya ada Muhammad Rafa Azzam, Muhammad Sulthan Akhtar dan Balqis Syaqila Az-Zuhra. Suami Liza adalah datok (baca: Kepala Desa, -red) di salah satu desa di Aceh Tamiang. Liza dan keluarganya kini tinggal di Desa Ie Bintah di Kecamatan Manyak Payed.

Nurliza
Calon DPRK Aceh Tamiang Dapil 2, No. Urut 4.

Saat HARIANACEH.co.id melanjutkan wawancaranya, Liza juga menguraikan beberapa alasan lain yang menurutnya sangat urgent terkait pencalonan dirinya menjadi anggota DPRK Aceh Tamiang yang diusung partai Golkar ini.

“Kondisi wanita dan ibu rumah tangga pada umumnya di desa, khususnya di Aceh Tamiang sangat memperihatinkan, apalagi terkait persoalan tentang kesehatan ibu dan anak, ditambah lagi persoalan tentang kondisi ekonomi ibu rumah tangga yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten, terkesan sekali adanya pembiaran dan ini harus saya perjuangkan, apakah saya cuma harus menonton keadaan itu? tentu tidak kan?” tegasnya bersemangat sambil melontarkan pertanyaan kepada wartawan HARIANACEH.co.id.

Lewat senyuman lusung pipinya, Liza memberikan janjinya melalui program kerjanya di DPRK Aceh Tamiang kelak. Ia yakin dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan pencanangan kesehatan bagi Ibu dan Anak. Kedua, Pengembangan kinerja asosiasi UPPKS (AKU), Ketiga, mendirikan program rumah perempuan di Aceh Tamiang sebagai wadah dalam menyerap aspirasi-aspirasi warga khususnya kaum perempuan dengan cara menampung, membahasnya kemudian memperjuangkannya, serta menyalurkannya dalam segala bidang kelembagaan yang berbasis ekonomi bagi ibu rumah tangga.

Kemudian, Liza juga menyoroti beberapa keadaan yang sangat memperihatinkan dewasa ini, seperti misalnya kawasan pesisir yang jauh dari kepedulian pemerintah. Ia menawarkan gagasan berupa pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, dengan melestarikan lingkungan, tentu akan dapat meningkatkan roda perekonomian dengan lebih baik. Jika ia terpilih, ia akan mengaktifkan kembali secara simultan kelompok tani, KTNA dan GAPOKTAN yang sudah ada di desa dan melakukan pengawasan langsung serta menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perhutanan. Dari tahapan semua di atas tadi, tentu bagian terpenting lainnya dalam melestarikan lingkungan adalah juga menjaga dan merawat pohon keras yang ada di tepi-tepi sungai untuk mencegah kerusakan saluran pengairan sawah dan serta dalam rangka memitigasi terjadinya banjir yang kerap terjadi di Aceh Tamiang.

Sebagian keinginan Nurliza di atas tadi sebenarnya sudah tercapai. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Sang Datok yaitu suaminya sendiri dalam mengembangkan desa. Di mana suaminya telah sukses mempertahankan dan merawat berbagai persoalan di bidang sosial, budaya dan kesenian lokal di desanya.

“Apapun persoalan yang terjadi, yang paling terpenting adalah bagaimana membangun kesadaran warga di kawasan saya, memberikan mereka pelatihan-pelatihan kerja dan membantu para kaum muda yang putus sekolah, mengajak mereka terus mengembangkan kreatifitas yang pada akhirnya mengarah kepada peluang terciptanya lapangan pekerjaan.

Untuk semua tujuan itu, Nurliza sudah memulainya bersama sang suami dan timnya secara bertahap. Saat ini, langkah administrasi sudah berjalan dan sudah didaftarkan oleh Partai Golkar ke KIP Aceh Tamiang. Liza sudah resmi terdaftar sebagai Calon DPRK Dapil 2 dengan No. Urut 4 dari Partai Golkar yang masuk dalam empat kecamatan, di antaranya; Manyak Payed, Bendahara, Seruway dan Banda Mulia.

Ia siap menjalankan amanah masyarakat dan ia berharap kaum ibu-ibu dan perempuan dapat memilih dan mendukungnya untuk bisa mengaktualisasikan misi dan visinya agar lebih nyata dan mampu mensejahterakan kaum perempuan dan masyarakat di Aceh Tamiang.

“Mohon doa dan dukunganya ya,” demikian Nurliza.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya