Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

KIP Abdya Dinilai ‘Kangkangi’ Aturan

HARIANACEH.CO.ID, BLANGPIDIE  — Memang, jika ditilik sempintas lalu, tidak ada yang cangung dalam proses tahapan pelaksanaan tes uji mampu baca Al-Qur’an bagi Bakal calon (Balon) Legislatif di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Namun, jika diperhatikan secara sesksama, ada sesuatu yang terkesan janggal dalam proses tahapan pemilu legislative 2019 yang sedang dilaksanakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) jika merujuk pada salah satu SK KPU Pusat.

Advertisement

Advertisement

“Seharusnya dilaksanakan diruang terbuka dan dapat disaksikan oleh masyarakat, sehingga tidak terkesan aneh,” kata Ketua Panwas Abdya, Ilman Sahputra saat dikonfirmasi HARIANACEH.CO.ID via Telpon selulernya Selasa (24/7/2018) di Blangpidie.

Hal tersebut kata pria yang akrab disapa Ilman ini, tertuang dalam SK KPU Republik Indonesia Nomor: 869/PL.01.4-Kpt/03/KPU/VII/2018 tentang petunjuk  teknis uji mampu baca Al-Qur’an bakal calon anggota dewan perwakilan rakyat Kabupaten/Kota.

“ Artinya apa yang dilakukan pihak KIP Abdya, berbenturan dan belum sepenuhnya menjalani aturan KPU Pusat,” tegas ketua Panwaslu Abdya.

Menurut Ilman, Jika pelaksanaan uji tes mampu baca Al-Qur’an dilakukan dengan cara tertutup dan tidak merujuk pada SK KPU pusat, ditakutkan rawan terjadinya kecurangan.

”Kita sudah memberikan masukan ke pada Pihak KIP Abdya, sehingga tidak terjadi sengketa bagi balon Legislatif dalam proses pelaksanaan tes uji mampu baca Alqur-an,” kata Ilman.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang wartawan TV swasta berinisial MS yang saat itu sedang bertugas meliput acara uji tes mampu baca Al-Qur’an di KIP Abdya. “ Saya tidak di perbolehkan untuk mengambil gambar, meski saya sudah meperkenalakan indetitas saya kepada panitia,” tutunya.

Padahal kata MS, sebelum melakukan pengambilan gambar dirinya terlebih dahulu mendapatkan izin dari seketrais KIP Abdya, tapi tetap saja mereka panitia menyuruh saya keluar. “Tidak boleh masuk, dari rapat tidak diperbolehkan masuk,” ujar MS meniru ucapan Panitia.

MS wartawan dari TV swasta ternama itu, sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh panitia pelaksana tes uji mampu baca Al-Quran KIP Abdya.”Kejadian ini jelas-jelas  menghalangi tugas jurnalis yang di atur dalam Undang-undang Pers,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pokja Uji Baca Alqur’an Akmal Afzal membantah keras atas berbagai penyataan yang menganggap pelaksanaan uji  tes mampu baca Al-qur’an dilaksanakan tertutup.

“Terbuka dalam pemahaman hukum itu adalah bisa dilihat oleh masyarakat, artinya masyarakat boleh melihat, ada tidak pelaksanaan uji baca Alqur’an itu, bukan berati masyarakat harus datang dan mendengar langsung secara dekat, apalagi keputusan mampu atau tidaknya seorang Baleg membaca Al-Qur’an keputusannya ada pada dewan Juri penilai,” bantahnya.

katanya, dengan kondisi KIP Abdya stagnan dalam hal komisionernya, tentu pemahaman tempat terbuka antara komisioner dengan pihak terkait tentu tidak sama.“Mungkin mereka berangapan dengan kondisi seperti ini dianggap tidak terbuka, namun pada intinya kita kami sudah menganggap ini sudah terbuka,” tutur Akmal Afzal.

Disamping itu, dirinya juga mengkalrifikasi jika acara tes uji mampu baca Al-Quran tertutup untuk media. “Sudah saya jelaskan kepada teman-teman wartawan tadi, boleh ambil tetapi tidak boleh dekat-dekat, karena mempengaruhi sikologi orang mengaji, dan boleh minta izin dulu satu-satu masuknya, jangan sampai Baleg tidak lulus dikaitkan dengan ada orang rekam,” demikian kata Akmal Farza, sembari berharap uji mampu baca Al-qur’an di Abdya benar-benar steril tanpa ada ganguan. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya