Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Saat PKA Seri Ke-7 Disambangi Ketua DPR Aceh

Banda Aceh – Arus macet sepanjang jalan Tgk Daud Beureueh tak menyurutkan langkah Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin beserta rombongannya meninjau Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-VII. Kali ini ada cerita menarik dalam kunjungan Tgk Muharuddin beserta rombongannya pada Jumat malam lalu (10/8/2018).

Mulai dari curhat para pengrajin tenun dari Aceh Besar, pesan haru keluarga Kesulthanan Aceh, sensasi menyeruput kupi Khop khas Aceh Barat, hingga ibu-ibu yang tertawa lepas dan berfoto ria bersama politisi Partai Aceh tersebut.

Peristiwa pertama terjadi ketika Tgk Muharuddin bersama rombongannya meninjau stan Kesulthanan Aceh di kompleks Makam Iskandar Muda di Baperis, Banda Aceh. Setiba disana, rombongan para legislatif ini langsung disambut Teuku Raja Saifulah, salah satu keturunan Kesultanan Aceh. Disana, ia meninjau sejumlah benda-benda pusaka peninggalan masa Kesultanan Aceh, diantaranya Peudeung Raja Kuala Batee Kluet, manuskrip-manuskrip kuno yang ditulis tangan hingga disematkan kupiah meuketop lengkap pedang kesultanan Aceh. Bersama rombongan ini, turut hadir anggota DPR Aceh, T. Iskandar Daod, Musannif, Jemarin dan Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin.

“Matee aneuk meupat jeurat, matee adat pat tamita,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin sembari mengacungkan pedang kuno yang disambut tepuk tangan hadirin.

Politisi Partai Aceh ini mengatakan, pepatah tersebut mencerminkan adat dan budaya sebagai identitas diri masyarakat Aceh yang bernuansa nilai-nilai Islam. Ini merupakan simbol kedaulatan sehingga Aceh disegani masyarakat luar.

“Agama ngon adat lagee dzat ngon sifeut, artinya budaya aceh tidak pernah lepas dari pada nilai alquran dan hadist,” ujar Tgk Muharuddin.

Dalam kunjungan ini, Tgk Muharuddin berharap ke depan Pemerintah Aceh harus memberikan perhatian serius dalam menjaga kelestarian adat istiadat Aceh. Salah satunya adalah mendirikan cagar budaya, pemugaran makam Sultan Iskandar Muda beserta sultan-sultan Aceh hingga anak cucunya.

Usai meninjau stan Kesultanan Aceh, rombongan ini kemudian langsung bertolak menuju taman Sulthanah Safiatuddin di Lampriek, Banda Aceh. Sepanjang perjalanan, bus yang ditumpangi rombongan DPR Aceh beserta para awak media terjebak macet. Pasalnya, sepanjang perjalanan jalan nasional Tgk Daud Beureueh, puluhan kendaraan roda empat dan dua terlihat macet.

“Luar biasa ya pengunjung, padahal hampir jam 11 malam,” tukas anggota DPR Aceh, T. Iskandar Daod.

Tiba di sudut belakang kantor Pemerintah Aceh, rombongan ini berhenti dan langsung memasuki ke areal PKA ke-VII melalui pintu gerbang utama. Setiba disana, rombongan itu langsung meninjau sejumlah stan dan anjungan milik Kabupaten/Kota se-Aceh.

“Kita akan singgah ke Anjungan Kabupaten Gayo Lues dulu,” ujar Tgk Muharuddin.

Tanpa komando, rombongan ini langsung bergerak memasuki anjungan Gayo Lues yang terletak di sudut timur kompleks Sulthanah Ratu Safiatuddin. Setiba disana, Tgk Muharuddin beserta rombongannya langsung disambut dengan dikalungi topi dan kerawang khas Gayo Lues. Sejumlah ibu-ibu panitia anjungan terlihat tertawa lepas sambil berbisik dengan logat khas Gayo “itu pak Ketua DPRA ya? Masih muda dan ganteng kali”.

Sontak, mereka pun langsung bergegas mengajak politisi Partai Aceh ini untuk foto bersama dan ber-selfie ria. Selanjutnya, rombongan ini langsung bertolak menuju anjungan Aceh Barat. Setiba disana, Tgk Muharuddin beserta rombongannya terlihat kagum takkala melihat sejumlah benda-benda dan manuskrip kuno peninggalan kerajaan Aceh.

Selang berapa menit kemudian, rombongan ini disugugi Kupi Khop khas Meulaboh. Kopi yang disaji dengan gelas terbalik ini merupakan hasil racikan Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat (Ipelmabar). T. Iskandar Daod, anggota DPRA yang ikut dalam rombongan ini mengapresiasi dan takjub melihat anjungan Aceh Barat. Sebagai putra asli Aceh Barat, ia meminta peran aktif dan dukungan dari semua pihak agar perhelatan PKA ke-VII bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Kita harapkan acara PKA ke depan lebih meriah lagi, ini sangat bagus untuk kita promosikan Aceh bagi masyarakat luar,” ujar T. Iskandar Daod.

Usai menyeruput Kopi Khop, rombongan ini bergegas menuju Anjungan Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Disana, rombongan ini langsung disambut grup rapai geleng Sanggar Pocut Meurah Inseun.

“Tarian ini harus terus kita lestarikan sebab gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerja sama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat dan tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan,” ujar Tgk Muharuddin.

Di akhir kunjungannya, Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Aceh agar terus melestarikan adat istiadat Aceh yang bernafas Islam. Untuk menjaganya, kata Tgk Muharuddin lagi, terus berperan aktif menyukseskan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-VII. Menurutnya, perhelatan akbar adat istiadat Aceh ini diharapkan bisa memberikan semangat dan gairah pelaku budaya dalam menyukseskan PKA ke-VII.

“Kita mengapresiasi yang luar biasa atas terlaksananya PKA ke-VII. Hal ini terlihat jelas arus minat masyarakat Aceh yang turut meramaikannya perhelatan ini yang sangat meriah,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin seraya berpamitan.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya