.

Warga Geulangan Gajah Minta Pemerintah Jangan “Main Mata” Dengan Pelaku Korupsi

1 min


89
68 shares, 89 poin
Salah satu poster yang diusung oleh warga Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) dalam Aksi unjuk Rasa yang berlangsung di Kantor DPRK Abdya. Rabu (15/8/2018) Foto : HAI/ Julida Fisma.

HARIANACEH.CO.ID, BLANGPIDIE – Ratusan warga Gelanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengelar aksi ujuk rasa di Halaman Gedung Dewan  Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Rabu (15/8/2018).

Mengenakan sepeda motor dan mobil pick up, warga yang terdiri dari kalangan laki-laki dan perempuan itu menyambagi kantor DPRK Abdya sekira pukul 11.00 WIB. Setiba disana, para peserta aksi langsung melakukan orasi secara bergiliran dan mengusung sejumlah karton yang bertuliskan. “Kami Memperjuangkan Hak Sampai Akhir Darah penghabisan,” tertera disalah satu karton, selain itu juga tertulis “Pemerintah jangan main mata dengan pelaku korupsi,” begitu kutipan bahasa di usung oleh peserta aksi.

Koordinator aksi dan selaku perwakilan Masyrakat Geulangang Gajah, Asril meminta pemerintah Abdya, untuk melakukan banding terhadap keputusan PTUN yang memenangkan Keuchik Geulngang Gajah, karena keputusan tertanggal 9 Agustus 2018 tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Selain itu tambah Asril, pemerintah dimintak untuk tidak melantik lagi mantan Keuchik Geulangan Gajah karena masyarakat tidak menerima Iskandar sebagai Keucik lagi. Disamping itu, sambung Asril pihaknya meminta pemerintah, intansi terkait dan pengak hukum untuk menindak lanjuti dan memproses secara hukum terkit dugaan penyimpangan dan penyelewengan Dana Gampong Geulangang Gajah tahap I tahun Anggaran 2017  masa pemerintahan Keuchik Iskandar secara menyeluruh transparan dan sesuai dengan undang –undang yang berlaku.

Terakhir pihaknya juga mendesak agar Inspektorat Abdya, segera mempublikasi  dan memberikan dokumen hasil audit yang telah dilakukan.

Sebelumnya, kedatangan masa dari Geulanggang Gajah yang ingin melakukan orasi disambut langsung oleh unsur pimpinan dan sejumlah anggota dewan.”Silahkan saja bapak-bapak dan ibu-ibu menyampaikan orasi secara santun dan tertib,” ujar anggota DPRK Abdya, Nurdianto.

Politisi demokrat itu, juga meminta perwakilan masa sebanyak 20 orang untuk masuk keruangan sementara yang lainnya diminta untuk menunggu di Halaman kantor DPRK Abdya, untuk melakukan audiensi, karena menurut Nurdianto, didalam ruangan kondisinya bisa lebih tenang dan lebih nyaman untuk mencari solusi.

“Sebelumnya kami atas nama anggota DPRK meminta maaf kepada ibu dan bapak semua, karena Ketua kita, tidak bisa hadir ditengah-tengan kita semua, karena beliau ada kegiatan gladi resik,  saya pikir dari Anggota DPRK dan unsur pimpi`nan sudah ada dihadapan kita semua, untuk itu mari perwakilan masyarakat untuk masuk keruangan,” himbau Nurdianto.

Mendengar himbauan Anggota Dewan itu, sejumlah perwakilan aksi ujuk rasa langsung mengamini dan masuk keruangan tertutup yang telah disediakan.

Pantauan wartawan, aksi yang dikawal ketat oleh TNI, Polri dan Satpol PP Abdya, terlihat berjalan tertib dan aman hingga akhir. []

0/5 (0 Reviews)

Komentar


Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Gif
GIF format