Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Ulama dan Politik

Oleh: Amiruddin Yahya Azzawiy[note]Dosen di perguruan tinggi IAIN Zawiyah Cot Kala, Kota Langsa[/note]

ULAMA, adalah intelektual Islam, keilmuannya sudah mapan dan tidak hanya mengerti satu bidang ilmu. Ulama adalah panutan, pelindung sekaligus pembimbing umat dan bangsa. Ada tanggung jawab besar dipundaknya. Dia memikul amanah agama untuk mewujudkan kebaikan, kesejahteraan umat dan bangsa.

Menjadi ulama tidak mudah, sama seperti menjadi sarjana. Ada proses dan penempaan sehingga menjadi intelektual yang brilian, istiqamah dan berkarakter baik. Sikap dan prilakunya merupakan implimentasi dari ajaran Islam.

Politik, atau bidang politik adalah bagian terpenting dalam menata negara dan bangsa. Partisipasi dalam membangun negara dan bangsa sangat dibutuhkan. Semua individu, atau entitas sosial punya tanggung jawab yang sama, tanpa terkecuali termasuk ulama.

Berita Terkait

Ulama, juga citizen (warga negara) punya hak untuk membangun bangsa. Jadi kehadiran ulama dalam politik merupakan bagian dari “sense of responsibility” dan “sense of belonging” pada bangsa dan negara. Oleh karena itu, ulama dapat mengambil kesempatan untuk membangun negara dan bangsa.

Bahkan bukan hanya ulama, tetapi setiap orang sebagai warga negara punya hak yang sama dalam konstitusi. Profesi, atau apapun pekerjaannya harus berpartisipasi aktif dalam penataan negara. Karena, membangun negara dan mewujudkan kemakmuran bagian dari tugas anak bangsa. Tentu, harus dilakukan sesuai dengan konstitusi negara.

Negara memberikan ruang yang besar bagi setiap anak bangsa, atau citizen untuk tampil menjadi pemimpin bangsa. Pemilu (pemilihan umum), esensinya memanggil anak bangsa untuk tampil sebagai pemimpin. Mereka adalah putra – putri bangsa yang punya tanggung jawab terhadap bangsanya. Kehadiran mereka dalam Pemilu bagian dari kecintaan pada bangsa dan negara.

Menjadi pemimpin bukan hanya sekedar mendapat kekuasaan, tetapi lebih dari itu, yakni persoalan tanggung jawab pada bangsa. Secara etik, kerja pemimpin merupakan perbuatan luhur (honorable). karena ada nilai keluhuran yang sedang diperjuangkannya.

Indonesia mengajak anak bangsa melalui Pemilu untuk berpartisipasi membangun negara. Siapapun yang tampil dan ikut dalam Pemilu merupakan putra – putri terbaik bangsa. Siapa yang dipilih rakyat, maka perannya lebih besar untuk membangun bangsa dan negara.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya