Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

BEM Fisip Unimal: Baca Al-Qur’an adalah Rasisme, Nazaruddin Kecam Pernyataan Sekjen DPM Unimal Terpilih

Lhokseumawe – Nazaruddin selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Malikussaleh (Unimal) menanggapi statmen yang dikeluarkan Sekjen Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unimal yang mengatakan bahwa Mahasiswa Kritiki Senat Tak Tau Apa-Apa Tentang Pemilihan Rektor.

Beberapa hari yang lalu Sekjen DPM Unimal mengatakan kepada media online detikperistiwa (20/08) yang bunyinya.

“Karena dilihat dari sudut pandang kita sebagai seorang Mahasiswa juga bisa melihat, dalam Pemilihan Rektor tidak boleh adanya unsur rasisme. Jika beberapa Mahasiswa meminta adanya tes baca Al-Qur’an oleh Calon Rektor di PTN yang ada di Aceh, apa yang terjadi di Provinsi Papua? Mereka akan mewajibkan Calon Rektor beragama Kristen? Apa yang terjadi di Bali? Mereka mewajibkan Calon Rektor beragama Hindu? ini hanya akan menimbulkan konflik Nasional.”

Nazaruddin menanggapi bahwa statmen tersebut adalah bentuk gagal moral pengurus DPM Unimal terpilih yang harus di pertanggung jawabkan.

“Al-Qur’an adalah kalam tuhan yang sempurna, jika kemudian pengurus DPM Unimal terpilih mangatakan Baca Al-Qur’an adalah rasisme, maka ia harus mempertanggung jawabkan perkataannya sebagai salah satu pimpinan Organisasi Mahasiswa, seharusnya ia memiliki wawasan yang luas,” kata Nazaruddin kepada HARIANACEH.co.id, Kamis (23/08/18).

Ia menambahkan, sejarah dalam bingkai peradaban kerajaan malikussaleh adalah kerajaan islam yang berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya dan menjadi indentitas dasar masuknya islam di Asia Tenggara malaui Aceh.

Maka atas dasar pertimbangan tersebut, lanjut Nazar mengatkan, mengecam pernyataan tersebut,

“Apapun alasannya, baca Al-Qur’an bukan rasisme, anda salah besar.
jangan sampai ahoker melebar dimana-mana, ini darussalam,” jelasnya.

Lanjut Nazar menerangkan, maka oleh karena itu saya meminta pengurus DPM Unimal terpilih untuk segara mencabut dan bertanggung jawab secara struktural atas statmen baca Al-Qur’an itu adalah rasisme. Agar kemudian tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya