Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Kafilah Aceh Asal Kota Subulussalam Raih Juara I MTQ Nasional ke-27

Subulussalam – Ketua Dewan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-27, Prof. Roem Rawie mengumumkan para pemenang MTQ Nasional 2018, Sumatera Utara (Sumut) dalam rangkaian acara penutupan di Astaka Utama Gedung Serbaguna, Jalan William Iskandar, Medan, kemarin, Jumat (12/10) malam.

Roem Rawie membacakan daftar pemenang 12 cabang yang diperlombakan berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh dewan hakim MTQ Nasional ke-27 tahun 2018.

Advertisement

Advertisement

Di antara para pemenang yang diumumkan tersebut, salah satunya adalah kafilah Aceh asal Kota Subulussalam, Mildawati bersama dua rekannya Izzatul Muna dan Intan Novia berhasil menjuarai cabang Syarh Al Qur’an sebagai regu terbaik putri dengan nilai 93,8333, kemudian disusul kafilah Jawa Barat dan Riau sebagai regu putri terbaik II dan III.

Adalah, Mildawati merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ulumul Qur’an Mardhatillah, Tangga Besi, Simpang Kiri, Kota Subulussalam, putri dari pasangan Hasanuddin Limbong dan Nurhayati asal Kabupaten Aceh Singkil.

“Kami dari pengasuh Ponpes Ulumul Qur’an Mardhatillah hanya dapat bersyukur kepada Allah SWT. Sebab jika ditinjau dari kemampuan kami di pesantren dari sisi manapun kami kekurangan. Yang lebih hanya perhatian Allah,” jawab Amiruddin Zulfarsy selaku pengasuh Ponpes Ulumul Qur’an Mardhatillah saat dikonfirmasi Harian Aceh, Minggu (14/10).

Berita Terkait

Menurutnya, pesantren yang ia asuh memang mengajarkan program khusus Tahfiz dan Kitab Kuning atau ilmu yang berkaitan dengan Al Qur’an, mulai dari membacanya, menghafalnya, seninya hingga berakhlak dengan Al Qur’an itu sendiri.

“Saya apresiasi kesungguhan Milda (Mildawati) atas usahanya belajar dan terus belajar. Ia tidak peduli dengan fasilitas kami di pesantren yang serba terbatas. Namun ia terus giat belajar. Saya bangga padanya. Minimal ini juga menjadi obat bagi Abi kami Haji Darwis Chaniago yang merupakan tokoh pendiri pesantren ini. Dimana saat ini beliau dalam kondisi sakit. Kemarin beliau terharu ketika sampaikan kabar kemenangan ini,” ungkap Zulfarsy.

Lebih lanjut, Zukfarsy menambahkan bahwa juara di ajang MTQ bukanlah target utama, namun merupakan fastabiqul khairat, sebab tujuan kita di pesantren bagaimana santri atau masyarakat ketika belajar Al Qur’an dapat mengamalkan dan berakhlak dengannya.[nsa]

Laporan: Nukman Suryadi Angkat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya