Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Gayo Lues Akan Larang Najuk (Sawer) di Pertunjukan Seni Tradisi

Belangkejeren-Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bertekad akan menghapus kebiasaan sawer atau “Najuk” pada acara-acara seni, karena Najuk tidak sesuai dengan kebiasaan dan budaya masyarakat Gayo Lues.

“Najuk bukan budaya Gayo Lues. Najuk baru ada sekitar tahun 2000-an saja. Bila harus dilakukan, maka harus dikaji lagi dan di kemas dengan cara lebih sopan dan santun. Sehingga nilai-nilai budaya kita tetap terjaga,” kata kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues Syafruddin, S.Sos pada pembukaan Kompetisi Bines dari rangkaian Festival Budaya Saman tahun 2018 di Bale Musara, Blangkejeren, Senin 5 Oktober 2018.

Advertisement

Advertisement

Acara Bines akan berlangsung 15-16 Oktober 2018.

Syafruddin berharap acara ini akan mendorong populeritas tarian Bines sebagai tari tradisional masyarakat Gayo Lues yang dimainkan oleh Perempuan, kebalikan dari Saman Gayo yang dimainkan oleh pria.

Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru juga sepakat dengan penghapusan Najuk (sawer) ini. Menurut Amru, Najuk bisa juga memicu konflik.

“Saya setuju dengah yang di ucapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, selain tidak sesuai dengan syariat islam, Najuk juga dapat memicu Konflik, karena tidak adanya pemerataan dalam memberi saweran. Oleh karena itu kita akan mengemas cara yang lebih sopan tanpa melanggar syariat islam,” Demikian H. Amru.
(dian)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya