Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Camat Jadi Tersangka, Kegiatan MTQ di Arongan LB terancam Batal

MEULABOH- Camat Arongan Lambalek, inisial SJ. Resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi dalam kusus dugaan Pungutan Liar (Pungli) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan setempat, SJ bersama bendaharanya inisial H diciduk polisi terkait kasus OTT senin (15/10/18) sekitar pukul 15.30 WIB di Kantor Camat Arongan Lamablek.

Akibatnya kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) disana terhenti bahkan terancam batal, karena Camat, Bendaha, dan salah seorang Keuchik terjaring OTT oleh tim satuan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Aceh Barat. Sesuai rencana MTQ tersebut dilaksanakan pada tangal 20 Oktober 2018.

Advertisement

Advertisement

Salah seorang keuchik disana, menyebutkan pengutipan itu sebenarnya sudah disepakati bersama, sebagaimana informasi yang beredar di grop whatsApp (WA) para Keuchik di Arongan Lambalek, namun kesalahanya adalah. musyawarah itu tidak ada berita acara, sehingga dianggap ilegal.

Sebelumnya diberitakan, Camat Arongan Lambalek, terjaring OTT terkait dugaan Pengutipan dana MTQ, camat beserta Panitia sepakat mengutip dana MTQ tiap Gampong Rp2 juta, namun belum selesai pengutipan, sudah keburu terjaring OTT, sehinga kegiatan syiar islam itu terancam batal.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Boby Aria Prakasa S.IK, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral S.IK, kepada awak media dalam sesi jumpa pers tindak pidana korupsi di Mapolres setempat beberap hari lalu, mengatakan. penangkapan Camat SJ bersama bendahara H dan Kechik inisial AM, kemudian ada satu orang lagi inisial A, staf kantor camat, dia hanya menerima titipan uang dari AM untuk dikasih ke bendahara, namun AM dan A telah dilepaskan usai dimintai keterangan, katanya.

Menurut Isral, penangkapan keduanya atas laporan masyarakat, terkait tindak pidana pungli di sekitar Kantor Camat Arongan Lambalek, kemudian Polisi melakukan tindakan dan mereka berhasil terjaring OTT. jelasnya.

Bersama dengan itu Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp38 juta, akibat perbuatan keduanya dijerat dengan UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi.[]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya