Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Generasi Emas Indonesia di Danisa Denmark Open 2018

HARIANACEH.co.id — Seperti kita ketahui bersama Danisa Denmark Open 2018 adalah turnament tahunan HSBC World Tour Super 750, yang dimulai sejak tahun 1935. Perhalatan  ini dilangsungkan di Odense Sport Park, Odense, Denmark. Adapun tahun ini pertandingan digelar mulai tanggal 16-21 Oktober. Turnamen ini merupakan ajang untuk pencarian pemain unggulan dunia.

Pada Danisa Denmark Open 2018 ini, Indonesia hanya mengirimkan 16 Wakil dari seluruh cabang Badminton, namun hanya 5 yang sampai ke semi final.

Pada partai kedua babak semi final ganda putra, Indonesia menempatkan kedua wakilnya yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya. Namun, yang berhasil menuju final pada perhalatan ini hanya pasangan Gideon/Kevin dengan hasil 21-18, 24-22.

Di babak final ganda putra (21/10/2018), Pasangan Gideon/Kevin akan berhadapan dengan pasangan ganda putra dari jepang yakni Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Berdasarkan hasil result di final Denmark Open 2018, pasangan Gideon/Kevin unggul dalam dua babak secara berturut-turut melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda ( Jepang ) dengan skor akhir 21-15, 21-16. Dan kemenangan ini merupakan kemenangan ke tujuh bagi pasangan ganda putra Indonesia di Tahun 2018.

Pada tahun lalu pasangan ganda putra Indonesia ( Gideon/Markus ) juga sempat melangkah ke babak final, namun dapat dikalahkan oleh pasangan Liu Cheng/Zhang Nan ( Tiongkok), dengan rubber game 16-21, 24-22, 19-21. Namun pada tahun ini pasangan ganda putra Indonesia ( Gideon/Kevin ) berhasil keluar sebagai juara.

Indonesia boleh saja terpuruk pada beberapa tahun belakangan, namun atas kerja keras pemain dan didikan pelatih serta sekolah bulutangkis yang memoles kemahiran para pemain serta menanamkan nilai-nilai tak mudah puas dan putus asa pada setiap pemain,  tentu saja Indonesia akan terus melahirkan pemain yang handal dan unggul.

Berita Terkait

Namun Perlu kita ketahui bersama, kalah ataupun menang bukanlah suatu ukuran untuk menilai hasil akhir, tapi bagaimana kita mempersiapkan diri akan kualitas tinggi untuk suatu kepuasan yang akan diraih dengan jiwa sportifitas.

Ketika nilai-nilai sportivitas menjadi sumber dasar aturan dan berubah menjadi acuan serta motivasi maka tak ada yang dapat mengalahkan kuatnya semangat dan keteguhan pada jiwa yang menerima dengan ikhlas dan sabar, karena sang juara sebenarnya adalah mereka yang mampu menerima kekalahan  dengan lapang hati dan  penuh kejujuran.

Jika kita tidak mampu meredam dan menerima kekalahan itu, maka kita akan selalu dijajah oleh yang namanya kebencian, dan disaat itulah kekalahan yang sesungguhnya.

Seseorang yang mampu mengalahkan ego dan ambisinya, akan mudah baginya untuk bangkit dan membuat pengalaman baru yang terinspirasi dari sebuah kegagalan.

Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda, maka bersiaplah menghadapi kenyataan di masa yang akan datang dengan sebaiknya. Karna diatas langit masih ada langit. Tidak ada jalan untuk mencapai suatu kemenangan dengan cara instant dan cepat, karena untuk sebuah kemenangan perlu kerja keras lagi tekun.

Tetaplah fokus dan capai cita-cita dengan pembuktian, senantiasa selalu bersyukur kepada Tuhan dan terus belajar dari kesalahan untuk masa yang akan datang. Jangan terlarut dalam suatu kegagalan, hanya saja waktu berbisik belum saatnya menjadi pemenang. Tegakan kepala, teguhkan tekad, siapkan langkah dan terus maju pada titik pembuktian bagi pejuang revolusioner.

 

Oleh : Natasya Vina Nabila dan Jenia Amanda ( Mahasiswi UIN Jakarta, PGMI Semester 3 Tahun 2017 )

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya